7 Jembatan Darurat di Sumatera Rampung, Akses Warga Mulai Pulih

AKURAT.CO Pembangunan jembatan darurat jenis Bailey di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera terus menunjukkan progres signifikan.
Sebelum Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, dimulai, ditayangkan video yang memperlihatkan capaian pembangunan sejumlah jembatan Bailey yang telah selesai dibangun.
Pada awal SKP, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tujuh jembatan dari total 50 jembatan Bailey yang direncanakan dibangun sepanjang Desember 2025 telah rampung.
“Berikut kami tayangkan empat video dari tujuh jembatan Bailey yang sudah jadi hingga kemarin, dari total 50 jembatan yang sedang dibangun pada bulan Desember ini,” ujar Teddy.
Menurut Teddy, seluruh material jembatan Bailey diangkut dari Jakarta menuju wilayah terdampak bencana guna memulihkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.
“Untuk satu jembatan memiliki berat antara 30 hingga 50 ton, dan seluruhnya diangkut dari Jakarta ke tiga provinsi terdampak,” lanjutnya.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Ferry Irwandi Dinilai Cerminkan Nilai Pancasila
Salah satu jembatan yang telah selesai dibangun adalah Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Hingga 14 Desember 2025, akses bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah tersambung, sementara kendaraan roda empat diharapkan segera dapat melintas secara penuh.
Selain itu, Jembatan Bailey Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah telah terpasang dengan bentang sepanjang 33 meter.
Di Sumatera Barat, Jembatan Bailey Bawah Kubang di Nagari Selayo serta Jembatan Bailey Sikabau di Nagari Sikabau juga telah mulai difungsikan kembali.
Teddy menambahkan, melalui sinergi TNI, Polri, serta dukungan aktif masyarakat setempat, proses pembangunan jembatan dapat diselesaikan jauh lebih cepat dari waktu normal.
“Biasanya pemasangan jembatan Bailey memakan waktu minimal satu bulan. Namun berkat kerja sama TNI, Polri, dan masyarakat, alhamdulillah bisa diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 35 ribu personel TNI telah dikerahkan ke wilayah terdampak bencana.
Selain itu, TNI juga menambah kekuatan empat batalion untuk mempercepat pembangunan jembatan Bailey.
“Baru saja kita tambahkan empat batalion, terdiri dari tiga batalion zeni dan satu batalion teritorial pembangunan. Batalion tersebut akan membantu pembangunan jembatan Bailey, pembersihan lumpur dan material kayu, serta mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap),” kata Agus.
Baca Juga: Siapa Resbob? Konten Kreator yang Viral usai Diduga Hina Suku Sunda dan Viking Secara Blak-blakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









