Dilema Kepadatan Penduduk di Jakarta, Jadi Beban Sosial Tapi Juga Geliatkan Ekonomi

AKURAT.CO Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, mengatakan kepadatan penduduk di Jakarta seperti dua mata pisau. Di satu sisi, lonjakan jumlah penduduk menjadi pemicu berbagai masalah sosial yang dihadapi Jakarta hari ini.
"Masalah sosial kita sangat banyak akibat jumlah penduduk," ujar Khoirudin dikutip, Minggu (30/11/2025).
Namun di sisi lain, besarnya populasi juga menjadi sumber penggerak ekonomi. "Penduduk yang banyak itu sumber rezeki. Ketika orang banyak, terjadi pemutaran ekonomi," lanjutnya.
Baca Juga: Pemprov Soal Jakarta Jadi Kota Terpadat: Penduduk Resminya Hanya 11 Juta Orang
Dia membandingkan kondisi Jakarta dengan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia menyebut para investor masih ragu masuk ke IKN, karena kebutuhan jumlah penduduk minimal 5 juta jiwa untuk menggerakkan ekonomi belum terpenuhi.
"Pontianak saja dari dulu tidak pernah tembus 5 juta. Bagaimana IKN bisa? Kalau tidak 5 juta, perputaran ekonomi tidak lancar," katanya.
Dia menjelaskan, Jakarta memiliki 11,6 juta penduduk, bahkan membengkak saat siang hari. Kondisi ini sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah karena tingginya transaksi barang dan jasa. "Semua orang punya kebutuhan. Transaksi terjadi di mana-mana," ujarnya.
Dia juga menggambarkan perbedaan kontras dengan Kalimantan Tengah, yang tingkat kepadatannya hanya 17 orang per kilometer persegi. "Warung dan layanan barang-jasa di sana kurang pembeli karena orangnya sedikit," ucapnya.
Sementara di Jakarta, pedagang kecil tetap bisa bertahan karena pasarnya besar. "Semua jualan cilor, cilok, cireng, cimol, semuanya laku. Mereka bisa bayar kontrakan, bisa kirim uang ke kampung," katanya.
Dia menegaskan, kepadatan memang membawa risiko sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi besar. "Masalah sosial banyak, tapi rezekinya juga banyak. Tinggal kita bersama Pemda membuat program untuk meminimalkan masalah sosial," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







