Dana Bagi Hasil Dipotong, Pemprov Jakarta Pastikan KJP dan KJMU Tak Kena Pemangkasan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan anggaran perjalanan dinas menjadi salah satu pos yang dipangkas menyusul pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan efisiensi difokuskan pada kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"Ya, efisiensi mungkin salah satunya itu ya (perjalanan dinas). Bukan tunjangan ke luar negeri, maksudnya kegiatan-kegiatan yang dianggap enggak berdampak langsung untuk masyarakat," kata Chico usai rapat paripurna di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10/2025).
Baca Juga: Tanpa Anggaran dari Pemerintah, Persambi Jaga Gengsi Indonesia di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja
Namun demikian, dia menegaskan bahwa program kesejahteraan masyarakat seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak akan tersentuh pemangkasan.
Pemprov Jakarta tetap optimis menghadapi kondisi fiskal tersebut. Pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk mencari sumber pendanaan alternatif, baik melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun lewat investasi.
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jakarta masih menelaah sejumlah program lain yang kemungkinan terdampak efisiensi anggaran. "Belum ada keputusan lain. Yang pasti jangan sampai menyentuh kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Selain membahas soal DBH, rapat paripurna turut menyoroti kesiapan Jakarta menghadapi musim hujan. Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI memaparkan langkah antisipasi banjir.
Dalam rapat itu, Gubernur Pramono Anung menyoroti lemahnya tindak lanjut atas laporan warga. Bahkan, ada aduan sejak 2019 yang belum juga dieksekusi.
"Pak Gubernur cukup tegas. Laporan warga harus jadi prioritas. Kalau mau jadi kota global, kritik dan laporan masyarakat harus ditindaklanjuti," ucapnya.
Baca Juga: Soal Pengurangan Anggaran MBG, Purbaya: Tunggu Serapan Akhir Oktober
Untuk mempercepat penanganan aduan, Pemprov sepakat memperkuat peran camat sebagai pintu utama eksekusi laporan warga. Aplikasi JAKI tetap digunakan, namun hasilnya akan dipusatkan ke wilayah agar lebih cepat ditindaklanjuti.
"Kadang ada laporan yang dibilang sudah selesai, ternyata belum. Itu jadi sorotan. Makanya koordinasi lintas dinas harus lebih kuat," ujarnya.
Chico juga menambahkan, Gubernur Pramono masih aktif menanggapi laporan masyarakat secara langsung melalui media sosial pribadinya. "Kalau DM warga ke Pak Gub, pasti dibaca dan direspons langsung. Itu enggak ada lawan di pejabat Indonesia," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







