Pramono Tak Masalah Jika Transjabodetabek Bebani APBD Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui pengoperasian layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga memang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.
Namun, dia justru tidak mempermasalahkan penggunaan anggaran tersebut untuk subsidi transportasi warga luar Jakarta. Menurutnya, Jakarta dan daerah penyangga merupakan satu kawasan aglomerasi yang tidak bisa dipisah-pisahkan dalam pembangunan.
"Persoalannya, kalau saya bilang enggak membebani, enggak mungkin. Pasti membebani. Tapi sekarang Jakarta kan membangun dengan berbagai cara, yang saya memang kembangkan," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).
Baca Juga: Rute Baru Transjabodetabek Bogor–Blok M Resmi Diluncurkan, Tempuh 113 Km Lewati 20 Titik
Pramono menyampaikan, Pemprov Jakarta memiliki berbagai sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur selain APBD, termasuk dana kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) untuk mengembangkan kawasan berorientasi transit (TOD).
Cara ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang pernah dilakukan oleh mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Jadi apa yang dulu pernah dirintis oleh gubernur sebelumnya, yang baik saya teruskan, yang enggak baik ya sudah enggak. Saya enggak malu sama sekali untuk belajar dari siapa saja," jelasnya.
Hingga kini, Pemprov Jakarta sudah mengoperasikan sejumlah rute Transjabodetabek, di antaranya Blok M - Alam Sutera (S61), Cawang-Vida Bekasi (B41), Blok M - PIK 2 (T31), Lebak Bulus - Sawangan (D41), dan Blok M - Bogor (P11).
Dengan pendekatan ini, Pramono yakin pembangunan Jakarta bisa tetap berjalan sambil memperkuat konektivitas kawasan penyangga tanpa terbebani oleh anggaran daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








