Tuntaskan Penataan Taman Kalijodo, Pramono Bakal Tambah Fasilitas Olahraga

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk segera melakukan penataan Taman Kalijodo di Jakarta Barat, yang merupakan salah satu warisan dari mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Langkah ini dilakukan setelah Pramono bersama Wakil Gubernur DKI, Rano Karno, menyerahkan kunci hunian Kampung Susun Bayam kepada warga Kampung Bayam Madani, yang rumahnya tergusur untuk pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) pada era Gubernur Anies Baswedan.
"Habis ini saya konsentrasi untuk tempat-tempat yang ditinggalkan oleh Pak Ahok. Kalijodo salah satu yang akan saya segera selesaikan," kata Pramono di Kampung Susun Bayam, Jakarta Utara, ditulis Jumat (7/3/2025).
Baca Juga: Serahkan Kunci Hunian Kampung Susun Bayam, Pramono-Rano Lunasi Janji Kampanye
Pramono yang juga kader PDI Perjuangan itu menjelaskan, Pemerintah DKI akan mencari solusi untuk mengembalikan Kalijodo sebagai primadona yang dapat menarik banyak pengunjung, seperti masa kejayaannya dulu.
"Kami akan berkonsentrasi untuk segera menyelesaikannya. Dan saya yakin gak terlalu lama pasti selesai karena rupanya Kalijodo itu dibangun oleh CSR salah satu perusahaan dan perusahaan itu mau untuk melanjutkan," tuturnya.
Taman Kalijodo, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan hiburan dengan kegiatan prostitusi dan perjudian, diubah oleh Ahok menjadi ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
Fasilitas yang ada antara lain lapangan futsal, jogging track, skate park, dan taman bermain. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Kalijodo kembali menjadi sorotan karena kondisi fasilitas yang terbengkalai.
Baca Juga: Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Pembebasan Lahan di 3 Kelurahan
Menurutnya, penyebab terbengkalainya Kalijodo adalah kurangnya minat warga untuk memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada, seperti lapangan skateboard dan jalur sepeda.
"Baru ketahuan bahwa warga di sana, di Kalijodo, itu mereka tidak senang main skateboard. Dibangun di skateboard tempat yang anak-anaknya tidak main skateboard, sepeda pun sebagian besar juga tidak main," ungkap Pramono.
Sebagai solusinya, dia berencana menambah fasilitas berupa lapangan sepak bola mini (mini soccer) agar aktivitas di Kalijodo bisa kembali hidup. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa lapangan skateboard yang sudah ada tidak akan dibongkar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







