PSN di Pesisir Utara Jadi Motor Ekonomi Tangerang, PAD Melonjak Signifikan!

AKURAT.CO Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk PIK 2 di Kabupaten Tangerang, kini menjadi sorotan publik.
Di satu sisi, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang besar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, mengungkapkan, PIK 2 telah berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di berbagai kecamatan sekitar.
"Dengan hadirnya PIK 2, pendapatan pajak dan retribusi meningkat. Pembangunan perumahan, bisnis, hingga sektor kuliner berdampak positif terhadap ekonomi daerah," ujar Slamet, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, PIK 2 dirancang sebagai kawasan modern dengan konsep Green Area dan Eco-City, yang diharapkan menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga: KPK Kantongi Bukti Dugaan Satori dan Heri Gunawan Selewengkan Dana CSR BI
Proyek ini bahkan dijuluki sebagai "The New Jakarta City", yang berpotensi mengubah peta ekonomi wilayah sekitarnya.
Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto (SGY) Emik, menilai bahwa PIK 2 bisa menjadi **motor penggerak sektor properti, pariwisata, dan perdagangan.
"Reklamasi di kawasan ini berpotensi mendatangkan investasi besar, baik domestik maupun asing, yang pada akhirnya membuka peluang kerja dan meningkatkan ekonomi lokal," jelasnya.
Namun, SGY juga mengingatkan bahwa proyek ini tengah dalam kajian ulang oleh pemerintah.
Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang mengevaluasi PSN agar lebih terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
"Saat ini, pemerintah memfokuskan PSN pada empat kategori utama: swasembada pangan, energi, hilirisasi industri, dan infrastruktur strategis seperti giant sea wall untuk mengatasi banjir Jakarta," ungkapnya.
Lantas, apakah PIK 2 akan masuk dalam prioritas nasional atau justru mengalami evaluasi ulang?
Keberlanjutan PIK 2 kini berada di persimpangan antara pertumbuhan ekonomi, dampak lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Semua pihak berharap ada keputusan yang seimbang, memperhitungkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," tutup SGY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







