Akurat Logo

Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA, Kalteng Diminta Jadi Wilayah KLB Karhutla

Putri Dinda Permata Sari | 16 Oktober 2026, 13:41 WIB
Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA, Kalteng Diminta Jadi Wilayah KLB Karhutla
Ilustrasi ISPA.

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didesak menetapkan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desakan ini muncul seiring memburuknya kualitas udara dan meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengatakan, dirinya menerima laporan langsung dari masyarakat di Kalteng mengenai kondisi udara yang semakin mengkhawatirkan.

Asap pekat bahkan disebut membuat langit di sejumlah wilayah tampak menguning, disertai keluhan gangguan pernapasan dan mata perih.

"Hari ini saya dilaporkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, udara di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Udara sudah mulai tampak menguning dan pasti sangat berbahaya bagi masyarakat," kata Irma melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Menurut Irma, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api.

Pemerintah juga perlu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terus terpapar asap, termasuk dengan menambah tenaga medis dan persediaan obat-obatan di wilayah terdampak.

"Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah," ujarnya.

Irma turut menyoroti tingginya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah dampak karhutla.

Berdasarkan data Kemenkes per 13 Oktober 2026, tercatat 283.270 kasus ISPA yang tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak.

Dari total tersebut, sebanyak 219.559 kasus dialami penduduk berusia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.

Kalimantan Selatan mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus.

Selain tingginya kasus ISPA, kualitas udara di 12 kabupaten/kota dilaporkan berada dalam kategori berbahaya.

Wilayah tersebut meliputi enam kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Selatan, dua di Jambi, dua di Sulawesi Selatan, dan satu di Riau.

Irma meminta pemerintah memetakan wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi agar pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Penambahan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta kesiapan layanan rujukan dinilai penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla yang berlangsung berkepanjangan," tuturnya.

Baca Juga: DPR Desak Prabowo Buka Data Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.