Akurat Logo

InJourney Perluas Kemitraan di JWITF 2026, Bidik Pasar Pariwisata Global

Ayu Rachmaningtyas | 16 Oktober 2026, 13:22 WIB
InJourney Perluas Kemitraan di JWITF 2026, Bidik Pasar Pariwisata Global
InJourney memperluas peluang kerja sama bisnis dengan pelaku industri pariwisata melalui Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF) 2026.

AKURAT.CO PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperluas peluang kerja sama bisnis dengan pelaku industri pariwisata melalui Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF) 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus mendorong distribusi produk dan layanan pariwisata Indonesia ke pasar domestik maupun internasional.

JWITF 2026 diselenggarakan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam ajang tersebut, InJourney membawa portofolio lintas entitas yang mencakup aviasi, destinasi wisata, perhotelan, kawasan pariwisata, hingga ritel.

Partisipasi InJourney diarahkan untuk menjajaki kemitraan business-to-business (B2B) dengan agen perjalanan, operator tur, perusahaan pengelola perjalanan korporat, pelaku meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE), serta mitra distribusi pariwisata lainnya.

Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia, mengatakan pengembangan jaringan kemitraan menjadi langkah penting untuk menghubungkan destinasi dan layanan pariwisata dengan pasar yang lebih luas.

“Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan peluang yang dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama distribusi, penjualan, dan kolaborasi komersial yang berkelanjutan,” ujar Veronica dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Program kemitraan tersebut berfokus pada perluasan saluran distribusi dan pembukaan akses ke pasar sumber wisatawan baru.

Penjajakan kerja sama dengan agen perjalanan, operator tur, jaringan grosir produk perjalanan, serta penyedia inventori kamar hotel diharapkan dapat mempertemukan kapasitas layanan InJourney dengan kebutuhan pasar.

Pendekatan ini juga ditujukan untuk memperkuat pemasaran berbagai segmen perjalanan, mulai dari wisata individu dan rombongan hingga perjalanan korporat dan MICE.

Portofolio yang diperkenalkan mencakup destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan perhotelan, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel Indonesia.

Sejumlah destinasi yang ditawarkan antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sementara itu, jaringan InJourney Hospitality membuka peluang kerja sama di sektor akomodasi dan MICE. Adapun kawasan The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori turut melengkapi penawaran destinasi pariwisata kepada calon mitra.

Di sektor perhotelan, InJourney menjajaki kerja sama komersial melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Portofolio destinasi juga membuka peluang penyusunan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia.

Layanan InJourney Aviation Services turut diperkenalkan untuk menjajaki kebutuhan pendukung aviasi dan operasional.

Di sisi lain, Sarinah menawarkan peluang kerja sama pengadaan produk bagi pelaku industri pariwisata dan korporasi.

Veronica mengatakan, integrasi lintas entitas memungkinkan pengembangan pasar yang saling melengkapi.

Baca Juga: Kenapa Setiap Bangun Tidur Selalu Mual? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.