Beda Sikap dari Konfederasi Oseania, Selandia Baru Tarik Dukungan dari Gianni Infantino

AKURAT.CO, Federasi Sepakbola Selandia Baru (NZF) menjadi negara terbaru yang menarik dukungan dari Gianni Infantino dalam pencalonan Presiden FIFA periode 2027-2031.
Pencabutan dukungan ini juga menjadikan Selandia Baru memisahkan diri dari konfederasi mereka di Oseania, OFC, yang mengambil sikap tak menarik dukungan terhadap Infantino.
Tindakan tersebut dilakukan Selandia Baru dengan menyatakan perlunya peninjauan ulang terhadap proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang membuat Gianni Infantino dipersoalkan.
"Setelah pertimbangan hati-hati, NZF telah mendapatkan pandangan bahwa keputusan dan tindakan di dalam FIFA telah menyumbangkan runtuhnya kepercayaan dan meningkatkan perpecahan di sepakbola internasional," kata NZF dalam pernyataan resminya dipetik BBC.
"Dan bahwa sebuah tinjauan independen diminta untuk memperbaiki keyakinan dan kepercayaan."
Sebelum Selandia Baru, sejumlah negara seperti Wales, Inggris, Republik Irlandia, Irlandia Utara, dan Norwegia sudah lebih dulu menarik dukungan dari Gianni Infantino.
https://www.akurat.co/bola/880975/uefa-concacaf-afc-kompak-minta-gianni-infantino-mundur-melalui-surat-terbuka
Federasi Sepakbola Norwegia bahkan meminta Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA secepatnya. Norwegia menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap pria Swiss yang sudah memimpin FIFA sejak 2016 itu.
Desakan untuk mengganti Infantino merupakan konsekuensi proposal FFE yang dianggap oleh sebagian anggota merusak independensi FIFA.
Tiga konfederasi, UEFA-Concacaf-AFC, kompak menolak FFE. Infantino akhirnya membatalkan proposal tersebut namun tidak menyurutkan desakan, terutama dari UEFA, agar sang presiden turun dari jabatannya.
Adapun Konfederasi Sepakbola Oseania (OFC) sejauh ini hanya menyatakan bahwa mereka menyambut pembatalan FFE. Namun tidak menarik dukungan dari Infantino.
Nasib Infantino akan ditentukan pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, Maret nanti. OFC sendiri punya sebelas suara dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia








