Bos Liga Primer Sebut Jadwal Sidang Dugaan Pelanggaran Keuangan Man City sudah Ditetapkan

AKURAT.CO, Jadwal persidangan kasus dugaan pelanggaran regulasi finansial Manchester City kabarnya telah ditetapkan. Namun belum ada konfirmasi tanggal pasti kapan peradilan bakal digelar.
Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Eksekutif Liga Primer Inggris, Richard Masters, di depan anggota parlemen negaranya, Selasa (16/1). Dalam kesempatan itu, Masters juga tak menjelaskan secara rinci proses yang sudah berlangsung untuk Man City.
“Jadwal sudah ditetapkan untuk persidangan. Sayangnya, saya belum bisa memberitahu Anda kapan tetapi ini terus berkembang,” kata Masters sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Manchester City Dituduh Lakukan Lebih Dari 100 Pelanggaran Regulasi Keuangan
Pada saat yang sama, Masters menyebut pula sanksi yang dialami Everton dan Nottingham Forest. Dua klub tersebut mendapatkan hukuman pengurangan sepuluh angka karena pelanggaran aturan finansial.
Untuk Manchester City, kata Masters, situasinya berbeda dengan mengisyaratkan skala yang lebih besar. Hanya saja, Masters mengatakan bahwa City kemungkinan bisa bernasib seperti Everton dan Nottingham jika terbukti bersalah.
“Jika satu klub, juara saat ini atau siapapun, ditemukan melanggar aturan belanja, mereka akan berada di posisi yang persis sama seperti Everton dan Nottingham Forest,” kata Masters.
“Tetapi volume dan karakter perkara yang diajukan ke Manchester City, yang jelas saya tidak bisa bicarakan, telah didengar di lingkungan yang sama sekali berbeda.”
Baca Juga: Bos Man City Ingin Berdamai dengan UEFA setelah Kasus FFP
Man City dituduh melakukan lebih dari 100 pelanggaran pada Februari 2023 tetapi belum disidangkan. Jumlah tuduhan tersebut merupakan rangkaian dugaan pelanggaran yang dilakukan City dalam sembilan tahun sejak 2009.
Bukan saja pengurangan poin, City berpotensi kehilangan sejumlah gelar yang mereka raih dalam sembilan tahun sejak 2009 yang berarti sampai 2018. Itu sudah termasuk ketika Pep Guardiola memimpin klub tersebut.
Tuduhan terhadap City berkisar pada aktifitas ilegal pendanaan yang dianggap memanipulasi aturan keseimbangan belanja dan pemasukan.
City diduga belanja melebihi kapasitas mereka namun ada indikasi pendanaan ilegal dari Uni Emirat Arab untuk menutupi praktik tersebut.
Man City sendiri adalah tim paling sukses di Inggris dalam sepuluh tahun terakhir. Dipuncaki dengan treble musim lalu di mana mereka menjadi tim kedua Inggris yang melakukannya setelah Manchester United pada 1998-1999.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








