Akurat Logo

Asian Games: Wushu Meleset, Erick Thohir Tegaskan Target 4 Emas Tetap Jadi Komitmen

Dian Eko Prasetio | 23 September 2026, 14:07 WIB
Asian Games: Wushu Meleset, Erick Thohir Tegaskan Target 4 Emas Tetap Jadi Komitmen
Menpora Erick Thohir saat menyaksikan atlet Indonesia berjuang di cabor Wushu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Nagoya, Senin (21/9/2026). KEMENPORA.

AKURAT.CO, Memasuki hari kelima gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat sinergi dengan pimpinan cabang olahraga (cabor).

Langkah ini dilakukan guna memonitor capaian Kontingen Indonesia sekaligus mengevaluasi raihan medali berdasarkan target yang telah disepakati bersama sebelum keberangkatan.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa target medali Asian Games 2026 merupakan komitmen bersama yang dirumuskan secara terukur, bukan keputusan sepihak dari Kemenpora.

"Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang, dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama," kata Erick Thohir.

Baca Juga: Asian Games: Wushu Sumbang Perunggu Kedua Lewat Eugenia Diva, Indonesia Koleksi 7 Medali

"Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati."

Erick Thohir Soroti Target Wushu dan Objektivitas Evaluasi

Hingga hari kelima, Indonesia telah mengumpulkan total sembilan medali yang terdiri dari satu medali perak dan delapan medali perunggu.

Dari hasil sementara tersebut, Kemenpora mencatat ada proyeksi yang meleset dari target awal, salah satunya dari cabor wushu.

Wushu sebelumnya diproyeksikan meraih satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra. Namun, atlet Merah Putih yang diwakili Seraf Naro Siregar harus puas mengamankan medali perunggu di akhir laga.

"Untuk wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal," ungkap Erick.

Menpora menekankan bahwa proses evaluasi ini dilakukan secara objektif tanpa mencari siapa yang salah, melainkan mencari solusi perbaikan bagi pembinaan olahraga nasional.

"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas, tapi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tambahnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.