Olimpiade Paris: Dua Emas dari Senam untuk Filipina, Carlos Yulo Jadi Anomali Asia Tenggara

AKURAT.CO, Ketika negara-negara Asia Tenggara masih kering mengumpulkan medali sampai hari kesepuluh Olimpiade Paris 2024, Filipina menjadi pengecualian. Dan protagonis dalam prestasi ini bernama Carlos Yulo.
Ya, Carlos Yulo menjadi penyumbang medali pertama untuk Filipina di pesta olahraga terakbar di dunia tahun ini.
Carlo Yulo meraih dua emas di nomor senam artistik sekaligus menempatkan Filipina di peringkat ke-21 klasemen medali Olimpiade Paris–peringkat terbaik untuk negara Asia Tenggara.
Baca Juga: Yulo Carlos Menjawab Dukungan Masyarakatnya dengan Medali Emas
Yulo meraih emas di kategori senam lantai dan meja lompat putra Olimpiade Paris. Bertanding di Bercy Arena, Paris, Prancis, 3-4 Agustus lalu, Yulo mengalahkan atlet dari Israel, Inggris Raya, dan Armenia.
Siapa sebenarnya Carlos Yulo?
Carlos Yulo adalah pengecualian. Namanya muncul sebagai kejutan kali pertama ketika menjadi juara dunia 2019 di Stuttgart, Jerman, sebagai putra Filipina dan Asia Tenggara pertama yang melakukannya.
Lahir di Manila, Filipina, 16 Februari, 2000, Yulo tak berhenti memberikan prestasi sejak menjadi juara dunia 2019 di kategori senam lantai. Total, ia sudah mengumpulkan 39 medali.
Termasuk juara dunia 2021 di kategori papan lompat serta sepuluh emas di kejuaraan Asia pada periode 2022-2024 dan sembilan medali emas SEA Games dalam periode 2019-2023.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Simone Biles Gemilang, Tim Putri AS Rebut Emas Senam Artistik
Sumbangan Yulo di Olimpiade Paris tahun ini juga meneruskan sejarah yang relatif baru bagi negaranya. Yulo adalah orang kedua yang meraih emas untuk Filipina di level olimpiade.
Sejarah pertama terjadi pada Olimpiade Tokyo 2020 di mana lifter putri Hidilyn Diaz meraih emas pembuka untuk Filipina di kelas 55 kilogram putri.
Sulit untuk menghindari komparasi capaian Filipina dan Indonesia sebagai sesama warga Asia Tenggara. Lebih lagi karena Indonesia lebih dulu 28 tahun meraih emas pertama lewat bulutangkis di Barcelona 1992.
Pun demikian dengan jumlah atlet yang dikirimkan ke Olimpiade Paris. Total, Filipina mengirimkan 22 atlet (tujuh putra dan 15 putri) atau lebih sedikit tujuh atlet dari Indonesia yang mengirimkan 29 atlet.
Filipina juga masih berpeluang menambah medali karena mereka punya dua petinju putri di semifinal dan tiga lifter di angkat besi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








