Tak Setuju dengan Djokovic, Rafael Nadal Mengaku Kondisinya Belum Mungkin untuk Kejar Gelar

AKURAT.CO, Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal, tampaknya berbeda pendapat dengan kolega dan rival terbesarnya, Novak Djokovic, soal kemungkinan penampilannya di Australia Terbuka 2024.
Beberapa hari lalu, Djokovic menyatakan bahwa Rafael Nadal yang kembali berkompetisi setelah absen setahun karena cedera akan bermain dengan kualitas mengejar gelar di Australia Terbuka.
Sementara itu, Rafael Nadal sendiri mengakui bahwa saat ini ia tidak dalam kondisi bisa bertarung menjadi juara. Pemilik 22 gelar grand slam itu menyebut bahwa ia hanya ingin fokus menikmati permainan selepas cedera panjang.
Baca Juga: Djokovic: Nadal tidak Datang ke Australia Terbuka hanya untuk Bermain di Level Menengah
“Mustahil memikirkan soal memenangi turnamen hari ini,” kata Nadal sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Yang benar-benar memungkinkan adalah menikmati kembali (berkompetisi). Saya tidak berharap banyak (setelah) satu tahun tidak berada di lapangan.”
Sebelum tampil di Australia Terbuka yang dimulai pada 14 Januari nanti, Nadal bakal turun di turnamen pemanasan Brisbane International.
Turnamen yang digelar di Queensland Tennis Centre, Brisbane, Australia itu, digelar pada 31 Desember 2023–7 Januari 2024.
Australia Terbuka boleh dikatakan turnamen grand slam yang paling tidak ramah bagi Nadal. Dari 22 gelar, petenis berusia 37 tahun itu hanya menang dua kali, yakni pada 2009 dan 2022.
Baca Juga: Pasca Cedera Panjang, Rafael Nadal Konfirmasi Bakal Tampil di Australia Terbuka 2024
Namun demikian, gelar 2022 menunjukkan kemampuan Nadal kembali ke penampilan level teratas setelah cedera. Di tahun itu, Nadal menjadi juara mengalahkan Daniil Medvedev di final setelah enam bulan absen.
Dengan usia yang sudah mencapai 37 tahun, Nadal mengisyaratkan bahwa ia tidak lagi punya waktu panjang untuk tetap mengayunkan raket. Ia juga tak hendak membuat perkiraan kapan waktunya untuk berhenti.
“Saya tidak tahu bagaimana hal-hal akan berjalan. Saya bukan seorang pemain yang berusaha memprediksi apa yang terjadi dalam jangka pendek, dan itu lebih sulit lagi di jangka waktu menengah,” kata Rafael Nadal.
“Saya hanya menerima kesulitan dan tidak akan menjadi sempurna, hanya datang dengan semangat yang benar setiap hari.”
Australia Terbuka 2024 akan menjadi peluang bagi Nadal untuk mengejar rekor Novak Djokovic. Saat ini Djokovic unggul dua gelar grand slam dengan 24 trofi yang merupakan rekor terbanyak bersama legenda Australia, Margaret Court.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








