Akurat Logo

Bawakan Sholawat Badar, Kolaborasi Sulis dengan Musisi Kristiani dan Buddha Trending di X

Nuzulul Karamah | 31 Oktober 2026, 12:25 WIB
Bawakan Sholawat Badar, Kolaborasi Sulis dengan Musisi Kristiani dan Buddha Trending di X
Penyanyi religi Sulis Cinta Rasul mencuri perhatian saat tampil bersama tiga musisi lintas agama membawakan Sholawat Badar dalam penutupan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Cagar Budaya Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10/2026) malam.

AKURAT.CO Penyanyi religi Sulis Cinta Rasul mencuri perhatian saat tampil bersama tiga musisi lintas agama membawakan Sholawat Badar dalam penutupan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Cagar Budaya Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10/2026) malam.

Kolaborasi tersebut melibatkan Chrischof Lawalata dari Worship Nite Project, Joshua Artono dari IFG Praise, serta Ardy Wong dari Kalyana Project. Ketiganya berasal dari komunitas musik Kristiani dan Buddha.

Penampilan ini menjadi pengalaman pertama bagi keempat musisi tersebut membawakan Sholawat Badar bersama-sama.

Kolaborasi itu juga menarik perhatian publik di media sosial setelah tagar #SholawatBadar dan nama Sulis menjadi trending topic di platform X.

Sulis mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kolaborasi lintas agama tersebut. Selama berkarier di musik religi, ia lebih sering membawakan selawat bersama musisi yang memiliki latar belakang keyakinan sama.

Pemilik nama asli Sulistyawati itu bahkan mengaku terkejut karena proses mempelajari Sholawat Badar bersama ketiga musisi tersebut berlangsung singkat.

“Saya bernyanyi diiringi oleh teman-teman dari nasrani. Jadi KMI 2026 ini sejarah dalam hidup karir saya. Teman-teman ini waktu ngulik Sholawat Badar cuma butuh waktu 15 menit. Saya jadi curiga, jangan-jangan mereka sering main lagu ini,” katanya.

Respons terhadap penampilan tersebut juga ramai di media sosial.

Sejumlah pengguna X membagikan kesan mereka, mulai dari suasana khidmat penonton di Fort Rotterdam, nostalgia terhadap lagu-lagu Cinta Rasul, hingga apresiasi atas kolaborasi musisi dengan latar belakang agama berbeda.

Kolaborasi ini memperlihatkan musik sebagai medium komunikasi yang dapat melampaui batas perbedaan.

Sholawat Badar yang lekat dengan tradisi musik religi Islam dibawakan bersama musisi Kristiani dan Buddha dalam satu panggung.

Selain menjadi ruang ekspresi seni, pertemuan tersebut menunjukkan potensi musik religi dalam memperkuat interaksi antarkomunitas serta membangun toleransi melalui karya musik.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Rp600 Miliar untuk Guru Madrasah yang Belum Tersertifikasi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.