Meita Irianty Penganiaya Balita Disebut-sebut Memiliki NPD, Kenali 15 Ciri-ciri Umumnya

AKURAT.CO, Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah kondisi gangguan mental di mana orang yang mengalaminya akan menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain.
Viral dan masih ramai, kasus penganiayaan balita di sebuah daycare bernama Wensen School Indonesia oleh sang empunya daycare Meita Irianty.
Namun selain berita penganiayaan muncul kasus-kasus lain yang diduga turut dilakukan oleh Meita Irianty, salah satunya pemalsuan gelar hingga ada yang mengaitkan jika sosok yang akrab disapa 'Bu Tata' pengidap NPD.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Hadapi Pria Narsis
Tapi bagaimana sih mengenali ciri-ciri orang yang mengidap NPD? Menurut akun TikTok @kristsykristiyani, setidaknya ada 15 ciri-ciri orang yang mengidap NPD.
- Haus pujian dan validasi. Dalam kesehariannya, seorang yang mengidap NPD selalu membutuhkan validasi dan pujian. Itu mengapa dia selalu menuntut orang-orang di sekitarnya agar selalu memujinya, menyanjungnya serta mementingkannya.
- Egois. Seorang NPD biasanya hanya berfokus kepada diri sendiri. Saking egoisnya, seorang NPD sering tidak mempedulikan batasan kepentingan dan perasaan orang lain.
- Grandios. Seorang pengidap NPD sangat gemar berlaku Grandios atau melebih-lebihkan membesarkan dirinya sendiri seperti status sosial maupun pendidikan. Dia merasa jauh lebih baik dibandingkan orang lain.
- Merasa Berhak Mendapatkan Segalanya. Seorang NPD selalu merasa dirinya berhak mendapatkan apapun di dunia ini, itu mengapa dirinya merasa cukup ambisius dan menuntut penghormatan tenaga, waktu orang lain untuk melayaninya.
- Punya dunia sendiri atau Delusi. Seorang NPD biasanya hidup dalam khayalannya dimana di dunianya ini Ia merasa menjadi paling bagus, tinggi, dan sukses.
- Rapuh terhadap kritikan. Seorang NPD biasanya tidak suka dikritik. Seorang NPD akan langsung marah dan bereaksi balik dengan membalas orang yang mengkritik dengan menghina atau menyindir orang yang mengkritiknya.
- Manipulatif. Seorang NPD sangat suka memanfaatkan potensi dan sumber daya orang lain agar mau bekerja dan melayani dia. Dalam dunia kerja, bos yang NPD biasanya suka memeras karyawannya dan suka mengklaim hasil kerja timnya sebagai prestasinya pribadi.
- Parasit yang kejam dan licik. Seorang NPD biasanya suka numpang di hidup orang lain, jika bertemu dengan orang yang potensial dan bisa dia manfaatkan, dia bisa bersikap baik di awal tapi setelah mendapatkan kepercayaan dia akan langsung menyedot sumber daya orang tersebut.
- Nampak karismatik. Seringkali seorang NPD nampak memesona atau charming di awal bertemu orang lain, nampak sangat pintar, bijaksana, dan karismatik sehingga orang dapat terkecoh tapi ketika kedoknya terbongkar, dia akan menunjukkan sikap aslinya yang buas dan jahat.
- Mengintimidasi orang lain. Seorang NPD kerap mengintimidasi orang lain yang dianggap berpotensi mengganggu panggungnya. Seorang NPD tidak menyukai orang yang lebih pintar darinya.
- Gemar berbohong. Seorang NPD tidak segan-segan berbohong untuk mendapatkan perhatian, penghargaan, atau kepercayaan dari orang lain.
- Memiliki self love yang berlebihan.
- Controlling.
- Nampak Alfa atau dominan.
- Minim empati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








