Menteri Maman: Literasi Asuransi Kunci Perluas Pembiayaan UMKM

AKURAT.CO Rendahnya literasi asuransi dinilai menjadi salah satu penghambat utama dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menilai, peningkatan literasi asuransi dapat membuka peluang pembiayaan yang lebih besar dan memperkuat ketahanan usaha.
“Pemahaman tentang manfaat asuransi menjadi kunci agar pelaku UMKM tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu memperoleh akses pembiayaan dengan lebih mudah,” ujar Maman saat membuka kegiatan Literasi Asuransi untuk Negeri di Bali.
Baca Juga: Asuransi Didorong Jadi Pilar Ketahanan UMKM di Tengah Krisis
Ia menjelaskan, asuransi memiliki fungsi ganda: sebagai perlindungan risiko sekaligus jaminan bagi lembaga keuangan untuk menyalurkan pembiayaan. Dengan adanya asuransi, risiko kredit macet dapat ditekan, sehingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan produktif lainnya dapat berjalan lebih optimal.
Hingga pertengahan Oktober 2025, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp217,1 triliun yang diberikan kepada 3,69 juta pelaku UMKM. Sebagian besar, sekitar 60,6%, disalurkan ke sektor produksi.
Namun, tingkat inklusi asuransi di kalangan UMKM masih rendah. Data menunjukkan hanya sekitar 3% pelaku usaha yang memiliki perlindungan asuransi kebencanaan.
“Ini menunjukkan masih ada kesenjangan besar yang perlu kita tutup melalui kolaborasi lintas sektor,” tutur Maman.
Ia pun mendorong Dewan Asuransi Indonesia dan asosiasi perusahaan asuransi untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi di wilayah-wilayah produktif, terutama di sentra UMKM.
Baca Juga: Komisi VII DPR Dukung Langkah Tegas Pemerintah Lindungi UMKM dari Oknum Bea Cukai
“Dengan peningkatan literasi asuransi, kita bisa membangun ekosistem pembiayaan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Maman optimistis, jika literasi dan akses terhadap asuransi meningkat, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kuat. “UMKM yang terlindungi adalah fondasi ekonomi yang tahan terhadap krisis,” katanya menegaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






