Akurat Logo

Apa Itu Glacier Collapse? Istilah yang Ramai Dibahas Usai Banjir Nepal

Putri Chandra | 27 Agustus 2026, 19:19 WIB
Apa Itu Glacier Collapse? Istilah yang Ramai Dibahas Usai Banjir Nepal
Ilustrasi, Apa itu glacier collapse - Magnific

AKURAT.CO Istilah glacier collapse atau runtuhnya gletser ramai dibahas setelah banjir bandang yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2026.

Fenomena ini berkaitan dengan runtuhnya sebagian massa es di wilayah pegunungan yang kemudian dapat membawa batu, salju, lumpur, dan air menuju wilayah yang lebih rendah.

Lantas, apa sebenarnya glacier collapse dan bagaimana fenomena tersebut dapat menyebabkan banjir bandang?

Baca Juga: Pendemo Gedung DPR Lakukan Aksi Pembakaran, Polisi Dibantu Damkar Sibuk Padamkan Api


Apa Itu Glacier Collapse?

Glacier collapse atau runtuhnya gletser adalah kondisi ketika sebagian massa es gletser yang berada di pegunungan tiba-tiba patah, longsor, atau jatuh ke lembah.

Peristiwa ini dapat membawa serta batu, salju, lumpur, dan air dalam jumlah besar, sehingga menimbulkan aliran deras yang sangat berbahaya.

Istilah ini ramai dibahas setelah banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2026. Berdasarkan penyelidikan awal, sebagian gletser di wilayah Himalaya runtuh dan material es serta batu bergerak turun ke lembah.

Peristiwa tersebut kemudian memicu aliran banjir dan material debris yang menghantam wilayah di sepanjang sungai.

Baca Juga: Seret Sony Music ke Pengadilan, Pihak Ardhito Pramono Pertanyakan Izin Lagu di Korea Selatan


Bagaimana Glacier Collapse Bisa Menyebabkan Banjir?

Sederhananya, proses Glacier Collapse bisa digambarkan seperti ini:

Gletser runtuh → es dan batu meluncur ke lembah → air terdorong/terlepas → aliran bercampur lumpur dan material → banjir bandang bergerak ke wilayah yang lebih rendah.

Ketika massa es dan batu dalam jumlah besar jatuh, material tersebut dapat menyumbat atau mengubah aliran sungai.

Jika terdapat air yang tertahan di balik material tersebut, pelepasannya secara tiba-tiba dapat menghasilkan gelombang banjir yang sangat kuat.

Kondisi ini berbeda dengan Glacial Lake Outburst Flood (GLOF), yaitu banjir yang terjadi ketika air yang tersimpan di danau gletser tiba-tiba keluar dalam jumlah besar.


FAQ

1. Apa itu glacier collapse?

Glacier collapse adalah peristiwa ketika sebagian massa gletser mengalami keruntuhan, patah, longsor, atau jatuh dari kawasan pegunungan menuju lembah.

2. Apakah glacier collapse bisa menyebabkan banjir?

Ya. Runtuhan gletser dapat membawa es, batu, tanah, dan air dalam jumlah besar. Material tersebut dapat mengubah atau menyumbat aliran sungai sehingga berpotensi memicu banjir bandang.

3. Apa perbedaan glacier collapse dan GLOF?

Glacier collapse merujuk pada runtuh atau terlepasnya massa gletser. Sementara itu, GLOF atau Glacial Lake Outburst Flood merupakan banjir yang terjadi ketika air dari danau gletser keluar secara tiba-tiba dalam jumlah besar.

4. Mengapa glacier collapse berbahaya?

Fenomena ini berbahaya karena material yang runtuh dapat bergerak cepat dari lereng pegunungan menuju lembah. Alirannya juga dapat membawa campuran es, batu, lumpur, dan air yang berpotensi merusak infrastruktur serta membahayakan masyarakat.

5. Apakah glacier collapse berkaitan dengan perubahan iklim?

Perubahan iklim dapat meningkatkan ketidakstabilan gletser melalui kenaikan suhu dan pencairan es. Namun, penyebab setiap peristiwa glacier collapse perlu diteliti secara khusus karena dapat melibatkan berbagai faktor.


Kesimpulan

Glacier collapse merupakan fenomena runtuhnya sebagian massa gletser yang dapat membawa es, batu, lumpur, salju, dan air menuju wilayah yang lebih rendah.

Ketika material tersebut masuk ke aliran sungai atau menyebabkan air terlepas secara tiba-tiba, dampaknya dapat berkembang menjadi aliran debris hingga banjir bandang.

Karena itu, fenomena glacier collapse menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memahami bencana hidrometeorologi di kawasan pegunungan seperti Himalaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.