MLSC Bandung 2025: Fondasi Emas Sepakbola Putri Mulai Terbangun dari Usia Dini
Leo Farhan | 22 September 2025, 15:51 WIB

AKURAT.CO, Kota Kembang kembali membuktikan diri sebagai salah satu episentrum pembinaan sepakbola putri di Indonesia. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 musim 2025–2026 resmi berakhir Minggu (21/9), menegaskan arah baru pembinaan sejak usia dini.
Gelaran yang dipusatkan di Lapangan Chandradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig sejak 16 September ini mencatat partisipasi yang sangat besar. Sebanyak 1.904 siswi dari 78 SD dan MI di Bandung serta sekitarnya turun berlaga. Jumlah tersebut menandai salah satu tingkat keterlibatan tertinggi di antara seri MLSC di kota lain.
Di kategori KU-10, SD Pelita tampil perkasa dengan kemenangan 4-1 atas SDN 075 Jatayu, sang juara seri sebelumnya. Sementara di KU-12, SDN 026 Bojongloa mengukir sejarah dengan menumbangkan SDN 004 Cisaranten Kulon lewat skor 3-1.
Namun, esensi MLSC Bandung tidak berhenti pada perebutan piala. Turnamen ini menyoroti kebangkitan ekosistem sepakbola putri di Jawa Barat. Pelatih Kepala MLSC Bandung, Fauzi Bramantio, menilai geliat pembinaan usia dini semakin nyata.
"Atmosfer sepakbola putri di Bandung sangat kuat. Setelah emas PON 2024 dan juara Piala Pertiwi All Stars 2025, kini semakin banyak sekolah sepak bola membuka kelas putri. Ini hal positif yang memperlihatkan fondasi pembinaan mulai menguat," kata Fauzi.
Torehan tersebut sejalan dengan tren meningkatnya minat siswi untuk terjun ke sepakbola. Kompetisi reguler seperti MLSC yang digelar dua kali dalam setahun memberikan ruang bagi bakat-bakat baru untuk berkembang.
Bagi banyak siswi, ajang ini menjadi pengalaman pertama merasakan atmosfer kompetisi resmi. Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menyebut Bandung sebagai kota dengan tradisi sepakbola yang kuat sekaligus talenta muda berlimpah.
"Bandung selalu spesial. Ada klub elit, ada basis suporter, dan sekarang ada semakin banyak pemain putri. Itu sebabnya kami konsisten menjadikan Bandung sebagai salah satu tuan rumah MLSC," ujarnya.
Menariknya, pada edisi kali ini penyelenggara tidak hanya fokus pada kelompok umur KU-10 dan KU-12. Festival SenengSoccer diperkenalkan untuk siswi usia delapan tahun ke bawah. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap sepakbola sejak dini, bahkan sebelum mereka masuk kategori usia resmi.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dengan memperkenalkan sepak bola di usia belia, peluang untuk mencetak generasi emas yang siap berkompetisi di level lebih tinggi kian terbuka.
"Jika pembinaan dimulai sedini mungkin, hasilnya akan terasa dalam 10 hingga 15 tahun ke depan," tambah Teddy.
Penyelenggaraan MLSC Bandung juga semakin memperkuat reputasi Jawa Barat sebagai lumbung talenta sepak bola putri nasional. Selain catatan prestasi di level PON dan Piala Pertiwi, kini terbukti ada kesinambungan di jalur usia dini yang akan memastikan regenerasi berjalan mulus.
Dengan partisipasi hampir dua ribu siswi, atmosfer kompetitif yang sehat, serta jalur pembinaan yang semakin jelas, MLSC Bandung 2025 tak hanya melahirkan juara baru. Lebih jauh, turnamen ini menjadi tonggak penting kebangkitan sepak bola putri dari level paling dasar di Kota Kembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








