Gandeng Pengrajin Lokal, Shopee Pay Gelar Kompetisi Desain Batik 2026 Bertajuk Corak Cerita Nusantara

AKURAT.CO Perkembangan ekonomi digital mulai menjadi inspirasi dalam berbagai karya kreatif, termasuk batik. Hal ini tercermin dari desain Batik Kalantara karya Nuraini Farida asal Jawa Timur yang mengangkat perjalanan perdagangan Indonesia, mulai dari pasar tradisional hingga transaksi digital.
Desain tersebut berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Desain Batik 2026 bertajuk 'Corak Cerita Nusantara' yang diselenggarakan ShopeePay dan SPayLater.
Melalui kompetisi ini, perusahaan mengajak masyarakat untuk menginterpretasikan kekayaan budaya Indonesia ke dalam desain batik dengan pendekatan yang lebih kontemporer.
Baca Juga: Ekspor Batik RI Tumbuh 13 Persen, Pemerintah Bidik Pasar Asia Tenggara
Batik Kalantara terpilih sebagai pemenang dan memperoleh hadiah Rp 30 juta. Motif yang diusung menggambarkan perdagangan, kemakmuran, serta pertumbuhan ekonomi lintas generasi.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana aktivitas perdagangan tradisional memiliki keterkaitan dengan perkembangan transaksi digital saat ini.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari mengatakan, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan cerita dan identitas budaya melalui karya batik.
"Setiap motif batik menyimpan cerita, dan kami ingin melihat bagaimana para peserta menyampaikan cerita tersebut dengan cara mereka sendiri. Kolaborasi dengan perajin batik lokal untuk mewujudkan desain pemenang menjadikan inisiatif ini semakin bermakna," ujar Eka dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi salah satu cara perusahaan menghubungkan identitas bisnis dengan warisan budaya Indonesia sekaligus mendukung keberadaan UMKM dan perajin lokal.
Selain Batik Kalantara, terdapat dua desain lain yang terpilih sebagai pemenang. Juara kedua diraih Aisa Amaliya dari Malang, Jawa Timur, melalui desain 'Kinarya Nuswantara' dengan hadiah Rp 7 juta.
Desain tersebut mengangkat identitas budaya Malang dengan memadukan ornamen tradisional dan estetika batik kontemporer. Motifnya menggambarkan kreativitas, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menjaga warisan budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








