Akurat Logo

Survei BI: Pertumbuhan Harga Perumahan di Pasar Primer Melambat pada Kuartal III-2026

Esha Tri Wahyuni | 6 November 2026, 16:49 WIB
Survei BI: Pertumbuhan Harga Perumahan di Pasar Primer Melambat pada Kuartal III-2026
Ilustrasi perumahan di kota-kota besar Indonesia

AKURAT.CO Pasar properti residensial di Indonesia masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan harga rumah di pasar primer melambat pada kuartal III-2026, diikuti penjualan rumah yang masih mengalami kontraksi di seluruh segmen.

Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 0,58% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2026 yang mencapai 0,69% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa, perkembangan tersebut menunjukkan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer masih terbatas.

Baca Juga: Lewat Housingpreneur Batch 3, BTN Rangkul Generasi Muda Songsong Industri Perumahan Indonesia

"Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 0,58% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,69% (yoy)," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Perlambatan pertumbuhan harga terutama terjadi pada rumah tipe menengah dan besar. Berdasarkan survei BI, indeks harga rumah tipe menengah tercatat sebesar 114,15 dengan pertumbuhan 0,63% (yoy). Angka tersebut melambat dibandingkan kuartal II-2026 yang tumbuh 0,83% (yoy).

Kondisi serupa terjadi pada rumah tipe besar. Indeks harga rumah tipe ini tercatat sebesar 108,50 dengan pertumbuhan 0,57% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,68% (yoy).

Berbeda dengan kedua segmen tersebut, rumah tipe kecil justru mencatatkan peningkatan pertumbuhan harga. Indeks harga rumah tipe kecil berada di level 114,14 dengan pertumbuhan 0,55% (yoy), meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 0,49% (yoy).

Meski demikian, peningkatan pertumbuhan harga rumah tipe kecil belum diikuti oleh perbaikan penjualan. Hasil survei BI mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer mengalami penurunan pada seluruh tipe rumah.

Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi sebesar 8,43% (yoy) pada kuartal III-2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar properti belum sepenuhnya pulih dari sisi permintaan. 

Bahkan, penurunan penjualan terjadi ketika harga rumah masih mencatatkan pertumbuhan secara tahunan, meskipun dengan laju yang terbatas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.