Akurat Logo

Mentan Amran Minta Polisi Usut Dugaan Beras SPHP 600 Ton Dijual Jadi Premium

Esha Tri Wahyuni | 29 Oktober 2026, 09:20 WIB
Mentan Amran Minta Polisi Usut Dugaan Beras SPHP 600 Ton Dijual Jadi Premium
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman - Dok. kementan

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta, kepolisian mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diduga dikemas dan dijual kembali sebagai beras premium di Jakarta Timur.

Dalam inspeksi mendadak (sidak), pemerintah menemukan dugaan praktik tersebut dengan volume mencapai 600 ton di salah satu lokasi.

Amran meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku yang telah diamankan. Ia mendorong kepolisian menelusuri asal beras, lokasi pengemasan, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.

Baca Juga: Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP Jelang Nataru

"Kalau bisa dibongkar sampai akar-akarnya. Kami sebagai Menteri Pertanian, kami memohon kepada Pak Kapolres, kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya," kata Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Amran, pengusutan menyeluruh diperlukan untuk memastikan beras yang disalurkan melalui program SPHP benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi pihak yang terbukti menyalahgunakan beras bersubsidi. Selain berpotensi merugikan konsumen, praktik tersebut dinilai dapat mengganggu tata niaga beras dan menghambat tujuan program stabilisasi pangan.

Amran menyebut informasi awal mengenai asal beras mengarah ke gudang Bulog di Kelapa Gading. Namun, informasi tersebut masih perlu didalami oleh kepolisian untuk memastikan asal barang dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

"Kalau ada pegawai Kementerian Pertanian ataupun pihak lain yang terbukti terlibat, akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Amran.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Ini Sasarannya

Dirinya juga mengapresiasi langkah Polres Jakarta Timur bersama jajaran Intelkam yang mengungkap dugaan penyalahgunaan beras SPHP tersebut. Amran berharap proses hukum dapat mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat sehingga praktik serupa tidak kembali terjadi.

Sidak tidak hanya dilakukan di Toko/Rumah Beras Kayumanis. Setelah dari Matraman, Amran bersama jajaran kepolisian melanjutkan pemeriksaan ke kawasan Pasar Induk Beras Cipinang untuk menelusuri dugaan praktik serupa.

Di lokasi tersebut, Amran menduga penyalahgunaan beras dapat berlangsung dalam skala besar, bahkan berpotensi mencapai ribuan ton apabila dilakukan berulang kali. Namun, dugaan skala tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.