Akurat Logo

Cegah Banjir di Labuhanbatu, PTPN IV Kerahkan Ekskavator Normalisasi Saluran Air

Esha Tri Wahyuni | 27 Oktober 2026, 07:50 WIB
Cegah Banjir di Labuhanbatu, PTPN IV Kerahkan Ekskavator Normalisasi Saluran Air
Normalisasi saluran air di Meranti Paham menggunakan ekskavator dilakukan untuk mengurangi risiko banjir. Pemeliharaan berkala diperlukan agar saluran tidak kembali tersumbat. - Dok. PTPN IV Palmco

AKURAT.CO Trauma akibat hantaman bencana hidrologis masif di wilayah Sumatra dan Aceh pada tahun lalu menjadi pelajaran mahal.

Enggan membiarkan roda ekonomi daerah kembali lumpuh total akibat banjir, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) mengambil langkah mitigasi agresif dengan mengerahkan alat berat secara serentak sebelum puncak cuaca ekstrem tiba.

Salah satu fokus utama pergerakan cepat ini terlihat di Dusun VI, Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Siapkan Lowongan Pemanen Sawit di Banten

PTPN IV PalmCo menerjunkan ekskavator untuk menormalisasi aliran sungai dan drainase vital yang selama ini menjadi titik krusial penyumbatan air.

Merespon hal tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terjebak dalam pola kuno yang hanya fokus pada fase tanggap darurat pascabencana.

Sebab menurut Jatmiko, pemulihan infrastruktur dasar, penyediaan air bersih, hingga pembangunan hunian bagi korban terdampak memakan waktu dan sumber daya yang sangat masif.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Latih 211 Petani Sawit Swadaya di Jambi

"Tahun ini kami menginstruksikan seluruh unit untuk bergerak lebih awal membenahi drainase dan memetakan titik rawan krisis sebelum bencana itu sendiri terjadi," tegas Jatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.