Kemenperin: Kuartal II-2026, Pengolahan Kakao Indonesia Tumbuh 30,1 Persen

AKURAT.CO Industri pengolahan kakao nasional kembali menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada kuartal II-2026.
Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume pengolahan (grinding) kakao Indonesia mencapai 110.410 ton atau meningkat 30,1 persen dibandingkan pada triwulan pertama yang hanya mencapai 84.844 ton.
Kinerja positif tersebut tercermin dari pada produksi olahan kakao yang mengalami peningkatan sebesar 8,2% dibanding triwulan sebelumnya.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing industri pengolahan kakao nasional sebagai bagian dari hilirisasi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat grinding kakao berskala global.
Baca Juga: Kemenperin Segera Bina Perusahaan Yang Tak Lapor SIINas dan Tak Ikut Sensus Ekonomi 2026
“Kemenperin terus mempercepat transformasi industri kakao melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penerapan standar mutu, serta akselerasi implementasi prinsip keberlanjutan,” kata Agus, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Dengan kapasitas industri yang besar, Indonesia terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia sekaligus mitra strategis dalam rantai pasok kakao global.
Di kawasan Asia, Indonesia telah menyumbang sekitar 49% dari total volume industri pengolahan kakao regional, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pilar utama industri kakao Asia sekaligus memperkuat peran kawasan ini dalam perdagangan produk kakao olahan dunia.
Sekadar informasi, Indonesia International Cocoa Conference (IICC) ke-9 kembali diselenggarakan di Kota Yogyakarta pada 22-24 Juli 2026, sebagai upaya mendorong peningkatan kolaborasi di seluruh rantai nilai untuk memperkuat sektor kakao Indonesia.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika menuturkan, penyelenggaraan Indonesia International Cocoa Conference 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, mempercepat transformasi industri, memperluas akses pasar, serta mewujudkan sistem produksi kakao yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “The Rise of Indonesian Cocoa: The Pearl of Asia for the World,” konferensi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak hanya menjadi negara penghasil kakao.
Baca Juga: Perkuat Industri Manufaktur, Kemenperin Andalkan P3DN
Ajang ini, kata Putu juga sebagai pusat industri pengolahan kakao berkelas dunia yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memenuhi standar keberlanjutan internasional, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, industri, serta perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







