PLN Kantongi Usulan 28 Ribu Hektare Lahan untuk PLTS 100 GW

AKURAT.CO PT PLN (Persero) mengungkapkan telah menerima usulan lahan seluas 28.000 hektare dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) untuk mendukung program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan keterbatasan lahan selama ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan, khususnya PLTS berskala besar.
Akan tetapi, Darmawan menjelaskan, program PLTS 100 GW kali ini memiliki dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam penyediaan lahan dan pemanfaatan kawasan waduk untuk pembangunan pembangkit.
Baca Juga: PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni 2026
“Tetapi khusus untuk program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto ini, lahan adalah menjadi bagian penugasan dari pemerintah dan juga menggunakan waduk-waduk sehingga ini kami berkoordinasi secara intens dan juga secara kontinu dengan Kementerian ATR-BPN dan juga Kementerian ESDM,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Jumat (3/7/2026).
Darmawan menjelaskan, dari total usulan 28.000 hektare yang disampaikan ATR-BPN di Pulau Jawa, PLN telah melakukan pemetaan dengan mengintegrasikan lokasi tersebut dengan jaringan transmisi dan gardu induk yang telah tersedia.
Hasilnya, sekitar 8.500 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat untuk mendukung pembangunan PLTS dengan kapasitas mencapai 8,5 gigawatt peak (GWp).
“Dan dalam hal ini untuk di Pulau Jawa, kemarin sudah dimasukkan usulan dari Kementerian ATR-BPN 28.000 hektare, kemudian kami overlay dengan peta jaringan transmisi dan gadu induk yang kita miliki dan dari 28.000 itu sekitar 8.500 hektare atau 8,5 GW peak itu tanahnya lahan yang sudah diusulkan dari Kementerian ATR-BPN,” ujarnya.
PLN menargetkan pembangkit tenaga surya yang dibangun di atas lahan tersebut akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS) guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.
“Dan tentu saja ini untuk yang dari lahan tersebut kami akan membangun PLTS yang kemudian energinya disimpan di baterai energy storage system,” tutur Darmawan.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan pihaknya tengah mempercepat implementasi program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt
Yuliot menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi dasar guna mempercepat implementasi proyek PLTS skala besar tersebut.
Kementerian ESDM sedang menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt.
“Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt. Jadi, itu yang kita lakukan,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2027).
Baca Juga: Optimalkan Pemanfaatan Batu Bara Domestik, PLN Bakal Retrofit PLTU di Jawa
Lebih lanjut, Yuliot mengungkapkan, pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt.
Yuliot mengatakan, ketersediaan lahan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mempercepat implementasi program PLTS skala besar yang menjadi arahan Presiden.
“Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








