PLN Terapkan Smart Building, Ratusan Gedung Siap Pakai PLTS

AKURAT.CO PT PLN (Persero) mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building.
Lewat program ini, kantor PLN telah dilengkapi PLTS Atap, sistem pengatur penggunaan listrik, hingga pendingin ruangan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan teknologi membuat pengelolaan energi di gedung kini semakin terintegrasi dan otomatis. Oleh karena itu, PLN perlu beradaptasi dengan membangun sistem energi yang lebih fleksibel dan modern.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Gandeng DevvStream Kembangkan PLTS Off Grid dan Monetisasi Karbon
“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” kata Darmawan, Minggu (10/5/2026).
Darmawan menambahkan, perkembangan teknologi seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, hingga otomasi bangunan membuat gedung dan rumah kini tidak lagi hanya menjadi pengguna energi.
“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” tambahnya.
Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN kini telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System sebagai pusat kendali digital gedung.
Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengaturan penggunaan energi secara lebih efisien dan real time.
Komisaris Independen PLN, Andi Arief menilai penerapan Smart & Green Building menjadi langkah penting agar PLN dapat menghadirkan praktik efisiensi energi secara nyata di lingkungan perusahaan.
“Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga: Apakah Tarif Listrik Naik Mei 2026? Ini Penjelasan Resmi PLN
“Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambah Andi.
Pada tahap awal tersebut, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kWp dan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital.
Ke depan, PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia.
PLN menargetkan program ini diterapkan secara bertahap pada ratusan gedung PLN group di seluruh Indonesia hingga 2035 sebagai bagian dari modernisasi pengelolaan energi dan operasional perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







