5 Hal yang Wajib Dicek, Sebelum Kamu Memutuskan Untuk Pindah dari Kendaraan Bensin ke Listrik

AKURAT.CO Kendaraan listrik (EV) makin populer di Indonesia, apalagi dengan isu lingkungan dan harga bahan bakar yang naik turun.
Tapi sebelum kamu buru-buru jual mobil atau motor bensin buat pindah ke listrik, ada beberapa hal penting yang wajib kamu perhatiin biar nggak nyesel di kemudian hari.
1. Infrastruktur Pengisian Daya
Hal pertama yang harus kamu cek adalah ketersediaan stasiun pengisian daya (charging station) di sekitar kamu. Kalau tinggal di kota besar, jumlahnya mungkin udah lumayan banyak, tapi di daerah tertentu masih terbatas.
Baca Juga: CHANGAN Resmi Masuk ke Indonesia, Gandeng Indomobil untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Oleh karena itu, apabila ingin lebih praktis, kamu bisa kok pasang charger di rumah. Tapi ini butuh biaya tambahan dan pastikan daya listrik rumah kamu cukup untuk charging EV.
2. Jarak Tempuh (Range)
Setiap kendaraan listrik punya kapasitas baterai yang menentukan seberapa jauh bisa melaju sekali isi daya penuh.
● Mobil listrik biasanya punya jarak tempuh 200–500 km.
● Motor listrik bisa sekitar 60–150 km tergantung model.
Intinya, cocokin terlebih dahulu sama kebutuhan harian kamu. Kalau sering bepergian jauh, pastikan range EV mencukupi atau punya rencana tempat isi daya di perjalanan.
3. Umur & Biaya Perawatan Baterai
Nah, ini yang mesti banget kamu tau. Baterai adalah 'jantung' kendaraan listrik dan harganya nggak murah.
Umur baterai biasanya 8–10 tahun, tapi tergantung cara pemakaian dan perawatan. Kalau rusak atau kapasitasnya turun drastis, biaya ganti bisa puluhan juta rupiah.
Tipsnya:
● Hindari sering mengisi daya sampai 100% kecuali benar-benar perlu.
● Jangan biarkan baterai kosong total.
● Gunakan charger resmi untuk menjaga kualitas baterai.
4. Biaya Kepemilikan
Memang, kendaraan listrik lebih hemat di biaya bahan bakar dan perawatan mesin (karena komponennya lebih sedikit dibanding mesin bensin). Tapi harga beli EV biasanya masih lebih tinggi.
Baca Juga: OJK: Pembiayaan Kendaraan Listrik Tetap Tumbuh hingga Akhir 2025
Kabar baiknya, pemerintah Indonesia udah mulai kasih insentif dan potongan pajak buat kendaraan listrik. Cek aturan terbaru biar bisa manfaatin.
5. Pengalaman Berkendara
Kendaraan listrik punya karakteristik yang beda sama kendaraan bensin. Tarikannya biasanya lebih responsif, suara mesin nyaris nggak ada dan perawatannya minim. Tapi buat sebagian orang, rasa 'sunyi' tersebut perlu penyesuaian.
Pindah dari bensin ke listrik itu keputusan besar. Selain soal ramah lingkungan dan irit, kamu juga harus perhatiin infrastruktur, jarak tempuh, umur baterai, dan biaya keseluruhan.
Hal yang juga penting untuk diperhatikan adalah bagaimana tukar tambah kendaraan, serta opsi pembiayaan dengan simulasi kredit mobil atau simulasi kredit motor.
Kalau semua sudah sesuai kebutuhan, kendaraan listrik bisa jadi investasi jangka panjang yang nyaman dan menguntungkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







