Tambang Belum Bisa Berproduksi, Bahlil Dorong Freeport Beli Konsentrat Tembaga dari Amman

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong agar adanya kesepakatan business to business (B2B) antara PT Amman Mineral dengan PT Freport Indonesia terkait dengan pasokan konsentrat tembaga.
Perlu diketahhui bahwa Amman baru saja mendapatkan rekomendasi untuk mengeskpor konsentrat tembaga mereka setelah adanya situasi kahar di smelter yang sedang mereka bangun. Di sisi lain, Freeport tidak bisa memproduksi konsentrat tembaga dikarenakan adanya insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg pada bulan September lalu.
Bahlil menyampaikan bahwa beberapa hari lalu dirinya bertemu dengan Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas. Dimana, dalam pertemuan itu Bahlil meminta agar PTFI dapat melakukan skema B2B dengan Amman terkait pasokan konsentrat tembaga.
"Tetapi saya kemarin minta Pak Tony, Pak Tony kemarin kan ketemu sama saya, saya minta untuk Amman dan Freeport melakukan komunikasi B2B," kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Senin (17/11/2025).
Bahlil menambahkan, proses B2B ini perlu dilakukan agar proses pengolahan dapat tetap dilakukan oleh Freeport dengan bahan baku dari Amman.
"Agar material mereka bisa dibeli oleh Freeport untuk diolah di smelter Freeport dengan harga keekonomian. Artinya itu persoalan B2B. pemerintah itu hanya regulator, urusan B2B-nya jangan," tambah Bahlil.
Alasan Memberi Rekomendasi Ekspor Bagi Amman
Sementara itu, Bahlil enegaskan bahwa keputusan pemerintah memberikan izin ekspor kepada Amman didasarkan pada kondisi force majeure (kahar) yang dialami perusahaan tersebut. Dalam aturan, perusahaan yang tengah membangun fasilitas smelter dan mengalami kondisi kahar diperbolehkan melakukan ekspor secara terbatas.
“Dan dalam peraturan menteri itu mengatakan bahwa perusahaan yang membangun smelter boleh mereka melakukan ekspor selama dalam keadaan kahar,” ujar Bahlil.
Baca Juga: ESDM Tegaskan Penindakan Tambang Ilegal Mandalika Harus Berlegalitas
Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan bahwa Amman mengajukan permohonan sebelum adanya kecelakaan terjadi di fasilitas PT Freeport Indonesia (PTFI).
Setelah dilakukan pengecekan melalui rapat internal dan verifikasi teknis, pemerintah memastikan kerusakan yang dialami Amman memenuhi kategori force majeure. Karena itu pemerintah memberikan izin ekspor selama enam bulan, sampai perbaikan selesai.
"Amman itu mengajukan sebelum terjadinya kecelakaan di Freeport. Kemudian kita mengecek rapat, kita laporkan, terbukti bahwa ada kerusakan kondisi dalam keadaan kahar. Izin ekspornya kita kasih 6 bulan," tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







