ESDM: Evaluasi Longsor Freeport Masih Jalan, Izin Operasi Belum Diputuskan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa proses investigasi longsor di tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) masih berlangsung dan belum mencapai kesimpulan final.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa hasil investigasi saat ini sedang dibicarakan antara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) serta Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum).
Dilibatkannya Ditjen Gakkum kata Yuliot untuk melihat apakah ada permasalahan hukum dalam insiden longsor yang menewaskan 7 orang pekerja PTFI.
Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Lakukan Audit Pasca Longsor, Tambang PTFI Belum Beroperasi
“Jadi itu lagi dikonsiliasikan oleh Dirjen Minerba sama Dirjen Gakkum. Apakah itu ada permasalahan hukum juga di situ, apakah itu ada kelalaian, ini lagi dilakukan evaluasi oleh Dirjen Gakkum,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (7/11/2025).
Di sisi lain, Yuliot juga menanggapi kabar bahwa Freeport telah mengajukan izin untuk melanjutkan kembali kegiatan penambangan di dua lokasi (site) yang tidak terdampak insiden.
Menurutnya, pemerintah pada prinsipnya dapat memberikan izin kembali apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa area tersebut aman untuk beroperasi.
“Jadi kalau ini sepanjang itu berdasarkan evaluasi yang kita lakukan, aman untuk dilakukan kegiatan, ya kita juga akan tetap mengizinkan. Ya karena itu kan yang terdampak dengan yang tidak terdampak itu kan harus kita pisahkan,” ujar Yuliot.
Kronologi Longsor
Adapun, pada Senin malam, 8 September 2025, sekitar pukul 22.00 WIT, terjadi aliran material basah dalam jumlah besar di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Papua.
Peristiwa ini mengakibatkan tertutupnya akses ke sejumlah area tambang serta membatasi jalur evakuasi bagi tujuh pekerja kontraktor.
Baca Juga: PTFI Kebut Perbaikan Smelter, Kerahkan Pesawat Antonov
Lokasi para pekerja yang terjebak telah teridentifikasi, dan mereka diyakini dalam kondisi aman. Saat ini, tim di lapangan fokus melakukan pembersihan akses untuk membuka jalur evakuasi secepat dan seaman mungkin.
Selain itu, kebutuhan logistik bagi pekerja yang terdampak turut disalurkan secara berkelanjutan.
Operasi tambang Grasberg sementara dihentikan untuk memprioritaskan penanganan insiden dan evakuasi pekerja. Pihak perusahaan memastikan bahwa seluruh pekerja lainnya berada dalam kondisi aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









