Mendag Pastikan Kasus Cesium-137 Tak Ganggu Ekspor Udang RI ke AS
Hefriday | 8 September 2025, 19:50 WIB

AKURAT.CO Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso memastikan, kinerja ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tetap terjaga meski sempat muncul temuan kandungan radioaktif Cesium-137 pada sebagian produk udang beku asal Tanah Air.
Menurut Budi, kasus ini bersifat terbatas dan hanya menimpa empat kontainer yang dikirim oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Selebihnya, ekspor udang Indonesia tetap berjalan normal dan tidak terkena pembatasan.
“Enggak ada masalah, yang terdampak hanya empat kontainer. Produk lainnya tetap aman,” ujar Budi usai menghadiri konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Sebelumnya, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengumumkan penghentian sementara impor udang beku dari PT BMS Foods setelah menemukan jejak Cesium-137.
Produk yang terkena dampak sudah terdistribusi di sejumlah toko ritel besar, termasuk Walmart, di 13 negara bagian AS. Budi menegaskan pemerintah Indonesia segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Justru yang penting adalah bagaimana kita bisa memperkuat pencegahan ke depan. Jadi kasus ini tidak mengganggu ekspor secara keseluruhan,” katanya.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan saat ini memimpin rapat lintas kementerian untuk membahas penanganan kasus ini. Sejumlah lembaga terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, hingga Bapeten, dilibatkan dalam upaya investigasi.
Dari sisi pengawasan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga mengonfirmasi adanya temuan scrap metal dengan kandungan Cesium-137 di Serang, Banten. Temuan tersebut diduga berkaitan dengan paparan radioaktif yang mencemari sebagian produk perikanan.
Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Cesium-137 adalah zat radioaktif buatan yang biasa dipakai di industri untuk alat ukur kepadatan dan aliran.
“Dalam jangka panjang, paparan zat ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia,” ujarnya.
Meski demikian, Budi menekankan pemerintah akan memastikan keamanan produk ekspor tetap terjaga. “Kami ingin buyer internasional tetap percaya bahwa produk Indonesia berkualitas dan sesuai standar kesehatan global,” katanya.
Dengan nilai ekspor udang yang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya, pemerintah menilai penting menjaga reputasi Indonesia di pasar internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok









