Kecelakaan Maut Kedua Kereta Api di Spanyol Tahun Ini: Sedikitnya 68 Orang Tewas
AKURAT.CO Kecelakaan kereta cepat di Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang, Rabu (28/10/2026). Tim penyelamat masih menyisir gerbong yang hancur untuk mencari kemungkinan korban lain dalam kecelakaan maut yang menjadi tragedi kereta api terburuk di Eropa sejak 2013.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan seluruh negeri berduka atas kecelakaan tersebut. Menteri Transportasi Oscar Puente mengatakan, insiden terjadi setelah kereta Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan meskipun sinyal merah masih aktif karena terdapat kereta yang berhenti di depannya.
Kecelakaan terjadi disebabkan kereta ekspres menabrak kereta lain yang berhenti di jalur. Puente menjelaskan, sinyal merah muncul akibat gangguan komunikasi komputer yang secara otomatis menghentikan lalu lintas kereta. Namun, keputusan yang keliru kemudian diambil sehingga kereta Renfe kembali melaju dan bertabrakan dengan kereta cepat Iryo yang masih berhenti di jalur.
Sanchez berjanji pemerintah akan menyelidiki penyebab kecelakaan dan menindaklanjuti setiap kegagalan yang ditemukan. Ia juga menegaskan bahwa penyebab kecelakaan kali ini tampaknya tidak berkaitan dengan insiden kereta cepat lain yang terjadi pada Januari lalu.
"Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh untuk memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya. Sebab, hal yang tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam satu tahun yang sama," kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi dari dekat lokasi kejadian.
Puluhan Korban Tewas, Gerbong Kereta Hancur
Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengonfirmasi jumlah korban meninggal telah mencapai 68 orang. Tim penyelamat masih bekerja hingga malam hari untuk memeriksa gerbong yang rusak dan memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalamnya.
Kecelakaan terjadi di jalur layang di wilayah pedesaan Castilla-La Mancha, dekat perbatasan kawasan Toledo. Sedikitnya tiga gerbong dilaporkan terjun ke lereng, sementara potongan logam dan puing-puing berserakan di sekitar lokasi.
Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan, sedikitnya 80 orang mengalami luka-luka, termasuk 15 orang yang berada dalam kondisi sangat serius. Para korban dievakuasi melalui jalan di dekat lokasi kecelakaan dengan bantuan ambulans dan tim medis.
Seorang penumpang berusia 62 tahun, Salvador Arriza, menggambarkan kepanikan yang terjadi sesaat setelah tabrakan.
"Saya berada sangat dekat dengan pintu, tetapi penumpang lain memecahkan jendela agar bisa keluar. Beberapa orang hampir tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







