Koperasi Merah Putih, Strategi Tekan Tengkulak dan Rentenir di Desa

AKURAT.CO Pemerintah meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai solusi jangka panjang mengatasi permasalahan klasik di desa, seperti dominasi tengkulak dan jeratan rentenir terhadap pelaku UMKM.
Program ini ditargetkan membentuk hingga 80.000 unit koperasi di seluruh pelosok Indonesia.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menekankan bahwa koperasi ini akan memiliki hak istimewa menyalurkan berbagai komoditas dan program strategis pemerintah langsung ke masyarakat desa.
“Banyak masyarakat desa kesulitan akses karena negara absen terlalu lama. Program ini adalah koreksi atas itu,” ujarnya.
Baca Juga: Zulhas: Kopdes Merah Putih Wujud Keberpihakan Pemerintah pada Ekonomi Rakyat
Dalam pelaksanaannya, koperasi ini akan didukung oleh sinergi 18 kementerian dan lembaga negara. Road show dan dialog publik juga terus dilakukan untuk menyerap aspirasi serta mematahkan stigma negatif terkait koperasi yang selama ini berkembang akibat minimnya pengawasan dan transparansi.
Menteri Desa dan PDTT, Yandri Susanto, menambahkan bahwa pendekatan program ini tidak bersifat top-down. Sebaliknya, pendekatan musyawarah desa khusus (musdesus) digunakan untuk memastikan keterlibatan masyarakat secara aktif.
“Dengan model bottom-up, kita harap Kopdes/Kel menjadi milik bersama yang dirawat dan dimanfaatkan rakyat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Menko Zulhas Sosialisasikan Kopdes Merah Putih di Palembang
Budi Arie juga memastikan bahwa keberadaan koperasi ini tidak akan menyingkirkan peran BUMDes maupun KUD yang lebih dulu ada. Sebaliknya, sinergi justru ditekankan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ombudsman RI pun turut memastikan bahwa mereka akan mengawasi dan mendukung operasional koperasi ini karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik yang adil dan menyeluruh.
“Koperasi ini adalah perpanjangan tangan negara dalam memastikan rakyat desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, tapi subjek perubahan,” ujar Najih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









