Ada Warga Meninggal Usai Antre LPG 3 Kg, Bahlil Minta Maaf
Camelia Rosa | 4 Februari 2025, 17:57 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespon adanya ibu rumah tangga yang meninggal dunia usai ikut mengantre Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Palmulang, Tangerang Selatan.
Diakui Bahlil, dirinya juga membaca banyak berita dan mendapati bahwa terdapat pula pemberitaan yang ternyata tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
"Ya, kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi," jelas Bahlil usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg Kevin Alesandro, Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Sebagaimana diketahui, pemerintah memutuskn untuk melarang pengecer menjual elpiji 3 kg mulai 1 Februari 2024. Namun kabar terbaru, pengecer diangkat statusnya menjadi sub pangkalan sehingga kembali diizinkan menjual LPG 3 Kg tersebut
Bahlil menekankan, kebijakan ini dilakukan semata-mata sebagai langkah penataan dan perbaikan distribusi gas melon agar tepat sasaran dan diberikan kepada yang berhak menerimanya.
"Apa yang kita lakukan dari pagi ini (sidak) sebagai respon. Untuk kita ingin rakyat kita mendapat LPG dengan baik dan gampang," urainya.
Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, seorang warga bernama Yonih (62) dilaporkan meninggal dunia diduga kelelahan setelah mengikuti antrean pengambilan tabung gas elpiji 3 kg subsidi di wilayah itu.
Informasi duka cita ini disampaikan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 001, Pamulang Barat, Saeful, bahwa Yonih diduga mengalami kelelahan yang menjadi faktor utamanya kematiannya.
"Almarhum antre gas di salah satu toko penjual gas 3 kg yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Perkiraan 500 meter dari rumahnya, kecapekan sepertinya," ucap Saeful di Tangsel, Senin (3/2/2025).
menuturkan saat itu almarhumah ikut antrean di pangkalan tabung gas elpiji yang letaknya sekitar 300 meter dari rumah duka. Dia berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Usai mendapatkan gas, katanya, almarhum kemudian pulang dan di tengah jalan sempat istirahat.
"Jadi almarhumah ini sudah membawa dua tabung gas 3 kg dan hendak pulang. Enggak jauh dari toko, almarhumah tiba-tiba istirahat karena kelelahan di depan toko laundry dan langsung pucat mukanya. Warga yang mengenal almarhumah, kemudian menelepon keluarganya untuk dijemput," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan setelah mengetahui kondisi almarhumah membutuhkan penanganan medis, keluarga korban membawa Yonih ke rumah sakit terdekat. Namun diketahui menghembuskan nafas terakhir sebelum dibawa ke RS.
"Almarhumah kesehariannya membuka warung makanan, seperti nasi uduk dan lainnya. Almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Sudah dimakamkan," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








