Akurat Logo

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Diapresiasi, tapi Praktik Kongkalikongnomic Masih Jadi Sorotan, Apa Itu?

Moehamad Dheny Permana | 22 Oktober 2026, 20:08 WIB
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Diapresiasi, tapi Praktik Kongkalikongnomic Masih Jadi Sorotan, Apa Itu?
Diskusi publik bertajuk “Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?” yang diinisiasi Perkumpulan Pemuda Keadilan di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

AKURAT.CO Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas yang terangkum dalam Asta Cita.

Di tengah capaian yang diapresiasi, pengawasan masyarakat sipil dinilai tetap diperlukan untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai tujuan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?” yang diinisiasi Perkumpulan Pemuda Keadilan di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Aktivis Pejuang Keadilan, Dendi Budiman, menilai visi yang diusung Prabowo memiliki tujuan yang baik.

Namun, ia menyoroti dugaan praktik kongkalikongnomic dalam pelaksanaan pemerintahan yang disebutnya melibatkan pejabat, korporasi, pengusaha, hingga mafia tanah dan peradilan.

“Cita-citanya memang mulia Pak Prabowo ini, tapi di bawahnya kita tahu ada begitu banyak yang kita sebut sebagai kongkalikong, ada menteri kongkalikong dengan korporat, dengan pengusaha, dengan mafia-mafia tanah, mafia-mafia peradilan,” kata Dendi.

Menurut Dendi, kondisi tersebut menjadi alasan bagi masyarakat sipil, aktivis, dan mahasiswa untuk terus mengawasi jalannya pemerintahan.

Ia menegaskan, evaluasi tidak berarti mengabaikan capaian pemerintah, melainkan menjadi upaya untuk memperbaiki berbagai persoalan yang masih terjadi.

“Pak Prabowo ini bukan malaikat. Dua tahun ini tentu saja tidak lepas dari cacat. Maka itu kita harus kawal bersama dan apresiasi capaian-capaian yang telah dilakukan,” ujarnya.

Dendi berharap pengawasan publik semakin diperkuat pada tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, persoalan di tingkat pelaksana kebijakan dapat diidentifikasi dan dilaporkan agar tidak menghambat pencapaian program pemerintah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM), Nopri Agustian, yang bertindak sebagai moderator, menilai pemerintahan Prabowo-Gibran tengah melakukan penataan kebijakan dari hulu hingga hilir.

Ia menyoroti upaya penindakan terhadap pengusaha yang diduga menjalankan praktik ilegal serta penerjemahan kebijakan pemerintah ke dalam program yang menyentuh masyarakat.

“Kalau kita tarik kesimpulan sementara bahwa dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran, menurut Bung Deddy ini, dari hulu ke hilirnya itu sedang ditata dan dikelola dengan baik,” kata Nopri.

“Pengusaha-pengusaha gelap ini sedang ditindak. Hilirnya diterjemahkan dari berbagai program-program kerakyatan,” lanjutnya.

Di sisi lain, pengamat politik dari UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaludin, menyoroti tiga pilar utama Asta Cita yang menurutnya mulai dirasakan masyarakat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan dasar.

Menurut Asep, berbagai upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah perlu dilihat sebagai bagian dari proses pembenahan terhadap persoalan yang telah berlangsung lama.

“Yang pertama adalah penguatan SDM dan kesejahteraan dasar. Dalam hal ini, banyak perbaikan yang dilakukan oleh Pak Prabowo,” ujarnya.

Baca Juga: Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, Pemerintah Bidik Kontribusi Ekonomi Kreatif di Atas 8 Persen dalam PDB

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.