Punya Jokowi dan Kaesang, PSI Siap Hadapi Ambang Batas Parlemen 5 Persen

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan kesiapannya menghadapi wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang diproyeksikan menjadi lima persen pada Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, merespons dinamika politik nasional, terkait aturan batas minimal perolehan suara parpol untuk bisa lolos ke DPR RI.
Meski saat ini belum menduduki kursi di parlemen Senayan, pimpinan PSI menilai tantangan aturan pemilu tersebut bukan lagi hambatan yang berarti.
"Pada dasarnya kita tidak ada di parlemen, tidak ada di DPR ya. Apa pun yang diputuskan oleh parlemen, PSI insyaAllah siap," kata Raja Juli, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kesiapan itu didorong oleh kehadiran figur penting di tubuh partai, mulai dari kepemimpinan Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, hingga dukungan penuh yang diberikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Baca Juga: Demokrat Usulkan Dapil Nasional di RUU Pemilu
"Apalagi, insyaAllah dengan pengalaman dua kali pemilu, sekarang ada Mas Kaesang sebagai ketua umum dan kemudian Pak Jokowi insyaAllah juga full meng-endorse PSI. InsyaAllah kami tidak ada masalah," jelas Raja Juli.
Namun, Raja Juli mengingatkan untuk menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi yang menekankan perlunya formulasi ulang, agar suara rakyat tidak terbuang sia-sia akibat terhalang aturan ambang batas.
"Yang jadi persoalan adalah keputusan MK ya, yang terang-terang mengatakan bahwa perlu ada formulasi yang lebih tepat. Agar suara rakyat itu tidak mubazir, suara rakyat tidak sia-sia," ujarnya.
"Kan sudah ada tuh angkanya, sekitar 16 juta suara yang kemudian tidak ada representasinya di DPR dengan threshold empat persen. Kalau lima persen kira-kira berapa? Jadi, saya kira formulasi yang berkeadilan dan demokratis saya kira itu menjadi penting," sambungnya menjelaskan.
Kendati begitu, Raja Juli menegaskan bahwa PSI siap berjuang penuh untuk menembus parlemen pusat pada Pemilu 2029.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 7Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 8Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




