Akurat Logo

5 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Terbanyak, Ada Hukum hingga Manajemen?

Nurma Nafisa Faradilla | 6 November 2026, 12:30 WIB
5 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Terbanyak, Ada Hukum hingga Manajemen?
Ilustrasi pencari kerja. - Unsplash

AKURAT.CO Memiliki gelar sarjana tidak selalu menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Persaingan memasuki dunia kerja, kebutuhan perusahaan terhadap keterampilan tertentu, hingga jumlah lulusan dari berbagai program studi menjadi tantangan tersendiri bagi para pencari kerja.

Data Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap sejumlah bidang studi yang banyak ditemukan di kalangan penganggur berpendidikan minimal S1 di Indonesia. Temuan ini menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025.

Baca Juga: Pasar Kerja RI Bertambah, Ini Data Pengangguran Terbaru BPS

Lantas, apa saja jurusan kuliah yang masuk dalam daftar tersebut? Manajemen menempati urutan pertama, disusul Hukum, Ekonomi, Pendidikan, dan Akuntansi.

Meski demikian, data ini menunjukkan komposisi latar belakang pendidikan para penganggur sarjana, bukan tingkat pengangguran masing-masing jurusan.

5 Jurusan Kuliah yang Banyak Ditemukan di Kalangan Pengangguran

Mengutip laporan LPEM FEB UI, lima bidang studi berikut secara bersama-sama mencakup sekitar 40 persen dari seluruh penganggur berpendidikan minimal S1 di Indonesia.

Berikut daftarnya berdasarkan data Sakernas BPS Agustus 2025.

1. Manajemen: 10,3 Persen

Manajemen berada di posisi pertama dengan proporsi sebesar 10,3 persen dari seluruh penganggur berpendidikan minimal S1. Bidang studi ini memiliki cakupan luas, mulai dari pengelolaan bisnis, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, hingga manajemen keuangan.

Baca Juga: Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Tantangan Berikutnya

Lulusan Manajemen dapat bekerja di berbagai sektor, seperti perbankan, perusahaan swasta, industri perdagangan, hingga lembaga pemerintahan sesuai persyaratan pekerjaan. Namun, luasnya pilihan karier juga membuat lulusannya bersaing dengan pencari kerja dari bidang studi lain.

Banyaknya program studi Manajemen di perguruan tinggi turut menjadi konteks penting dalam membaca angka tersebut. Besarnya proporsi penganggur tidak otomatis berarti jurusan ini memiliki prospek kerja paling buruk.

2. Hukum: 9 Persen

Hukum menempati urutan kedua dengan proporsi 9 persen. Jurusan ini mempelajari berbagai aspek hukum, termasuk hukum pidana, perdata, tata negara, hukum bisnis, dan peraturan yang berlaku di masyarakat.

Lulusan Hukum memiliki pilihan karier yang beragam, seperti staf legal perusahaan, konsultan hukum sesuai kualifikasi, peneliti hukum, maupun profesi hukum tertentu yang mensyaratkan pendidikan lanjutan atau tahapan khusus.

Meski peluang kariernya cukup luas, proses memasuki profesi tertentu membutuhkan persiapan tambahan. Pengalaman magang, kemampuan menganalisis peraturan, keterampilan menyusun dokumen hukum, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri dapat menjadi bekal penting bagi lulusan.

3. Ekonomi: 8,7 Persen

Bidang studi Ekonomi menyumbang 8,7 persen dari kelompok penganggur berpendidikan minimal S1. Jurusan ini mempelajari aktivitas ekonomi, perilaku konsumen, kebijakan publik, pasar, hingga hubungan antara produksi dan distribusi barang maupun jasa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.