Akurat Logo

Alasan Houthi Menyerang Arab Saudi dan Memanasnya Konflik Yaman

Redaksi Akurat | 15 Oktober 2026, 08:15 WIB
Alasan Houthi Menyerang Arab Saudi dan Memanasnya Konflik Yaman
Alasan Houthi Menyerang Arab Saudi dan Memanasnya Konflik Yaman

AKURAT.CO Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai serangan rudal dan drone yang menargetkan Riyadh pada 19 September 2026.

Houthi mengklaim melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di ibu kota Arab Saudi serta fasilitas minyak di Yanbu. Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan, mengapa Houthi menyerang Riyadh?

Dikutip dari berbagai sumber, konflik keduanya bukan persoalan baru. Perselisihan ini berkaitan dengan perang di Yaman, keterlibatan militer Arab Saudi, serta perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Yaman: Seribu Anggota Houthi Tewas dalam Sebulan

Arab Saudi Terlibat dalam Perang Yaman

Salah satu alasan utama di balik konflik Houthi dan Arab Saudi adalah keterlibatan Riyadh dalam perang saudara di Yaman.

Pada 2014, kelompok Houthi berhasil menguasai ibu kota Yaman, Sanaa. Situasi semakin memanas pada Maret 2015 ketika Arab Saudi memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Keterlibatan tersebut membuat Arab Saudi menjadi lawan utama Houthi. Sejak saat itu, kedua pihak terlibat dalam berbagai bentrokan, termasuk serangan lintas perbatasan menggunakan rudal dan drone.

Serangan Balasan terhadap Arab Saudi

Konflik juga dipicu oleh aksi saling serang antara kedua pihak. Houthi kerap menjadikan operasi militer Arab Saudi di Yaman sebagai alasan untuk melancarkan serangan balasan.

Dalam konflik yang kembali memanas, Houthi mengklaim menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone untuk menyasar sejumlah lokasi di Riyadh.

Namun, alasan yang disampaikan Houthi perlu dipahami sebagai klaim dari pihak yang terlibat konflik. Untuk memastikan penyebab dan dampak serangan terbaru, informasi tersebut perlu dibandingkan dengan laporan independen yang dapat diverifikasi.

Persaingan Pengaruh Arab Saudi dan Iran

Perselisihan Houthi dan Arab Saudi juga berkaitan dengan persaingan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran.

Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, sementara Iran memberikan dukungan kepada kelompok Houthi. Kondisi ini membuat konflik di Yaman ikut menjadi bagian dari persaingan geopolitik di Timur Tengah.

Meski begitu, konflik ini tidak hanya melibatkan kepentingan kedua negara. Houthi juga memiliki agenda politik sendiri, terutama untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruhnya di Yaman.

Baca Juga: Korea Selatan Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Bandara Riyadh dan Fasilitas Aramco Jadi Sasaran

Mengapa Riyadh Menjadi Target Serangan?

Riyadh merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan Arab Saudi. Karena itu, serangan terhadap wilayah ini memiliki arti strategis dan dapat meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Saudi.

Selain Riyadh, fasilitas minyak di Yanbu juga disebut sebagai salah satu target dalam laporan serangan tersebut. Fasilitas energi memiliki peran penting bagi perekonomian Arab Saudi sehingga gangguan terhadapnya dapat menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas.

Meski demikian, serangan terhadap lokasi strategis tidak selalu berarti seluruh target mengalami kerusakan. Dampak sebenarnya perlu dipastikan melalui laporan yang terverifikasi.

Konflik Houthi dan Arab Saudi Belum Benar-benar Selesai

Konflik antara Houthi dan Arab Saudi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Berbagai upaya diplomasi sempat membuka peluang untuk meredakan ketegangan, tetapi persoalan politik dan keamanan di Yaman belum sepenuhnya terselesaikan.

Ketika ketegangan kembali meningkat, risiko serangan lintas perbatasan ikut membesar. Situasi ini juga dapat mengancam warga sipil dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Karena itu, penyelesaian konflik membutuhkan upaya diplomasi serta kesepakatan politik yang mampu mengurangi kekerasan dan memberikan kepastian keamanan bagi masyarakat.

Alasan Houthi menyerang Riyadh berkaitan dengan keterlibatan Arab Saudi dalam perang Yaman, aksi saling serang antara kedua pihak, serta persaingan pengaruh di Timur Tengah.

Riyadh menjadi lokasi strategis karena merupakan pusat pemerintahan Arab Saudi, sementara fasilitas minyak memiliki nilai penting bagi perekonomian negara tersebut.

Meski demikian, konflik ini tidak bisa dijelaskan hanya dari satu sisi. Perselisihan politik, kepentingan militer, dan persoalan yang belum terselesaikan di Yaman turut membuat hubungan Houthi dan Arab Saudi terus mengalami ketegangan.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R