Mengapa Belanda Ingin Kembali Menguasai Indonesia Setelah Proklamasi?

AKURAT.CO Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta mengakhiri ancaman penjajahan.
Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, Belanda berupaya kembali ke Indonesia dan merebut kendali atas wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaannya.
Kedatangan pasukan Sekutu yang disertai Netherlands Indies Civil Administration (NICA) memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat di berbagai daerah.
Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat, Belanda masih menganggap Indonesia sebagai wilayah koloninya dan berupaya memulihkan pemerintahan kolonial.
Lantas, mengapa Belanda ingin kembali menguasai Indonesia meski kemerdekaan telah diproklamasikan?
Alasan utama Belanda kembali ke Indonesia adalah karena tidak mengakui Proklamasi 17 Agustus 1945.
Belanda menganggap Indonesia masih merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya. Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, pemerintahan kolonial Belanda kehilangan kendali. Setelah Jepang menyerah pada 1945, Belanda melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk mengembalikan kekuasaannya.
Pandangan itu bertolak belakang dengan bangsa Indonesia yang menganggap kekuasaan Belanda telah berakhir dan Indonesia berhak menentukan masa depannya sendiri.
Keinginan Belanda kembali ke Indonesia juga berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Selama masa kolonial, Indonesia menjadi sumber berbagai komoditas bernilai tinggi, seperti rempah-rempah, kopi, gula, teh, dan tembakau.
Setelah Perang Dunia II, kondisi ekonomi Belanda mengalami tekanan.
Penguasaan kembali Indonesia dinilai penting untuk memulihkan akses terhadap sumber daya, perkebunan, perdagangan, dan kegiatan ekonomi yang sebelumnya berada dalam kendali Belanda.
Karena itu, persoalan kembalinya Belanda bukan hanya menyangkut kekuasaan politik, tetapi juga kepentingan ekonomi.
Baca Juga: Bagaimana Perjuangan Rakyat Setelah Proklamasi? Ini Bentuk Perjuangannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







