Manfaat Anak Merasa Cukup, Tidak Akan Membandingkan Hidupnya dengan Orang Lain

AKURAT.CO Anak yang merasa cukup, ketika dia besar nanti, dia tidak akan menjadi orang yang "kepengenan" akan miliknya orang lain, "kepengenan" akan haknya orang lain, dan "kepengenan" akan kehidupan orang lain. Hal tersebut dikarenakan sudah ada rasa "fullfilled" di dalam dirinya. Dirinya sudah pernah merasa cukup dalam kehidupannya. Dia cenderung tidak akan menjadi pribadi yang serakah dan rakus. Untuk itu, mengapa "merasa cukup" itu begitu sangat penting ditanamkan pada diri anak.
Baca Juga: Larangan Memilih Pemimpin Yang Rakus, Ini Bahayanya Menurut Nabi
Anak yang memiliki rasa cukup pada dirinya cenderung tidak akan menjadi pribadi yang akan membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Dia juga tidak akan mudah tergerus arus dan cenderung memiliki prinsip yang tegas pada dirinya sendiri. Dia tidak akan menjadi seseorang yang "hanya ikut-ikutan trend" tetapi lebih kepada kemampuan untuk memahami dan mengamati diri sendiri mengenai apa yang membuatnya bahagia, dan apa yang dibutuhkannya. Dia akan memiliki kemampuan untuk menyadari bahwa "apa yang membuat orang lain bahagia" belum tentu membuatnya bahagia dan apa yang "diinginkan orang lain" belum tentu juga itu yang diinginkannya. Dia akan menjadi pribadi yang memiliki pendirian yang teguh atau kalau orang Jawa menyebutnya teteg yang berarti teguh dan juga konsisten Itulah mengapa pentingnya bagi anak merasa cukup.
Apalagi di zaman media sosial seperti saat ini, dimana kita semakin mudah melihat kehidupan orang lain. Tentu sikap teteg diperlukan agar kita tidak menjadi pribadi yang ikut-ikutan atau istilahnya zaman sekarang disebut FOMO (Fear of Missing out). Anak tidak akan takut, jika dia memiliki pandangan yang berbeda atau pendapat yang berbeda dengan orang kebanyakan, dia akan jauh lebih percaya diri, bahkan jika berbeda sekalipun.
Baca Juga: Takut Ketinggalan Tren, Ini 11 Dampak Negatif FOMO
Mengerti kan Anda, mengapa "merasa cukup" itu begitu sangat penting...
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








