Industri Olahraga Dinilai Berpotensi Jadi Penggerak Baru Ekonomi Nasional
Endarti | 24 Desember 2025, 19:47 WIB

AKURAT.CO, Industri olahraga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Besarnya populasi Indonesia yang disertai meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif dan sehat membuat sektor ini terus berkembang, mulai dari produksi alat dan perlengkapan olahraga, layanan jasa, hingga ekonomi kreatif dan sport tourism.
Aktivitas ekonomi dalam industri olahraga mencakup berbagai bidang, mulai dari upaya menjaga kesehatan dan rehabilitasi, wisata olahraga, penjualan dan perdagangan produk olahraga, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas olahraga, hingga penyelenggaraan dan pemasaran acara olahraga.
Rantai aktivitas tersebut turut menciptakan beragam peluang kerja dan usaha, termasuk bagi insinyur dan pengembang, pelatih dan dokter olahraga, jurnalis serta komentator olahraga, hingga pedagang eceran perlengkapan olahraga.
Olahraga juga menjadi bagian penting dari industri rekreasi yang kian berkembang. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga sosial, seperti peningkatan produktivitas masyarakat, pengembangan kualitas individu, serta penurunan biaya kesehatan dalam jangka panjang.
Selain itu, olahraga memiliki keterkaitan erat dengan sektor lain, termasuk pendidikan, real estate, dan pariwisata, sehingga memberikan implikasi luas terhadap perekonomian.
Secara global, industri olahraga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Nilainya diperkirakan meningkat dari 388,28 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 440,77 miliar dolar AS pada 2021 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR sebesar 13,5 persen.
Pasar industri olahraga global bahkan diproyeksikan mencapai 599,9 miliar dolar AS pada 2025 dengan CAGR sekitar 8 persen, melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia yang berada di kisaran 3,2 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, China, Inggris, dan Korea Selatan, menjadikan industri olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Wahyu Erfandy, menilai perputaran uang di industri olahraga Indonesia telah mencapai angka yang sangat signifikan. Meski demikian, ia menilai potensi besar tersebut belum sepenuhnya tergarap secara optimal.
Jika hal ini bisa digarap secara optimal, ia yakin dapat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat mencapai lebih dari 100 Triliun Rupiah.
“Potensi industri olahraga di Indonesia sangat besar. Jika digarap dengan benar, estimasi uang yang beredar di sektor ini mencapai ratusan triliun rupiah dan itu mencakup banyak subsektor, mulai dari produk olahraga, jasa, sampai ekonomi kreatif yang berbasis konten dan digital,” ujar Wahyu Erfandy dalam keterangan resminya, Rabu (24/12/25).
Menurutnya, industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan atau prestasi atlet, tetapi juga berhubungan erat dengan sektor manufaktur dan UMKM. Produk lokal seperti apparel, sepatu, helm, aksesoris olahraga, hingga makanan sehat dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing jika mendapat dukungan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
“Industri olahraga bisa menjadi motor baru bagi manufaktur nasional dan UMKM. Produk lokal punya pasar yang besar, dan ini juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Wahyu.
Wahyu juga menyoroti efek berganda industri olahraga terhadap sektor lain, seperti pariwisata, kesehatan, media, food and beverage, hingga perhotelan. Ia menilai sport tourism berbasis aktivitas, seperti bersepeda di destinasi alam, menjadi contoh konkret bagaimana olahraga mampu menggerakkan ekonomi lokal.
“Karena itu, lahirnya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga di Kemenpora adalah langkah strategis. Negara hadir untuk mengorkestrasi potensi besar ini agar industri olahraga tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi ekosistem yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut industri olahraga global saat ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dengan proyeksi mencapai 521 miliar dolar AS.
"Sport industry sudah bernilai 521 miliar dolar. Ini bukan angka kecil. Jika kita pandai mengelola, bisa menjadi sektor yang sangat menguntungkan bagi ekonomi Indonesia," ujar Erick saat Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon





