Larangan Suporter Tandang Masih Banyak Dilanggar, I.League Tegaskan Pelanggar Bakal Dihukum

AKURAT.CO, Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, angkat suara mengenai masih banyaknya pelanggaran hadirnya suporter tandang di pekan perdana Super League 2025-2026.
Asep Saputra mengatakan bahwa I.League akan memberikan hukuman atas larangan yang dilanggar.
"Kalau itu kan mekanismenya normal saja. Kami juga ada match commissioner di sana, lalu ada temuan lain yang akan masuk ke kami," ucap Asep Saputra ketika dihubungi pewarta, Kamis (14/8).
Pekan pertama Super League 2025-2026 memang telah bergulir. Dalam pekan pertama ini memang masih ditemui beberapa suporter tim tamu hadir langsung mendukung tim kesayangannya.
Baca Juga: Persebaya vs PSIM: Meski Suporter Tandang Dilarang, Brajamusti ke Surabaya Silaturrahmi dengan Bonek
Kehadiran suporter pada pekan pertama ini masih terlihat saat laga Madura United menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, 9 Agustus 2025. Bahkan suporter Persis Solo terlibat bentrokan dengan suporter tuan rumah.
Padahal I.League menegaskan bahwa kehadiran suporter tim away masih dilarang dalam kancah Super League 2025-2026. Bahkan larangan ini sudah dituangkan dalam regulasi kompetisi strata teratas di Indonesia ini.
Akibat kisruh suporter di laga Madura United melawan Persis Solo, Panpel Madura United melaporkan kejadian ini ke I.League selaku operator. Asep merespons apa yang dilakukan Panpel Madura United sebagai langkah yang normal.
Baca Juga: Apresiasi Kehadiran Damai Suporter PSIM di Surabaya, Ferry Paulus: Biar Komdis yang Menindaklanjuti
Asep menegaskan bahwa kejadian ini memang akan diinvestigasi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hal ini nantinya menjadikan dasar hukuman yang alan dikeluarkan oleh Komdis.
"Selanjutnya nanti Komdis akan melakukan investigasi seperi apa sesuai prosedur normal saja. Namun hukuman sudah pasti," kata Asep.
"Tentu saja kita juga melihat fakta di lapangan tapi yang perlu juga dipertegaskan tadi bahwa regulasinya masih sama seperti sebelumnya bahwa masih ada larangan supporter away dan itu juga termasuk dalam regulasi kompetisi.
"Apapun yang terjadi fakta di lapangan dilihat, tentu kalau ada kehadiran, kalau ada bentuknya seperti apa, lalu juga ada fakta lain yang nanti dilaporkan dan tentu, ya, kalau memang ada temuan fakta seperti biasa ada sidang Komdis kaitan ini."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok




