Pramono Anung Enggak Mau Jakarta Tenggelam Sampah, RDF Rorotan Harus Jalan Lagi

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengeluarkan ultimatum tegas soal proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang mandek.
Dia memastikan bahwa fasilitas pengolahan sampah tersebut harus segera difungsikan kembali, tanpa mengulang kesalahan masa lalu yang membuat proyek terbengkalai.
"Kebetulan siang ini ada rapat tentang RDF Rorotan. Saya sudah minta supaya komisioning-nya dilakukan dengan baik, enggak boleh ada kesalahan yang dulu terulang," ujar Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: Soal Penundaan Uji Coba CFN, DPRD Jakarta Tekankan Kenyamanan Warga Paling Utama
Pernyataan Pramono bukan tanpa alasan. Dia menyoroti pentingnya kualitas feeder atau bahan baku RDF, yang menurutnya harus berupa sampah segar dan baru, maksimal berusia dua hari.
Hal ini agar proses pengolahan berjalan optimal.
"Kesalahan dulu itu sampahnya sampah lama. Makanya sekarang saya minta sampah maksimal dua hari. Kalau lebih dari itu, kualitas RDF-nya terganggu," katanya.
Baca Juga: Konser My Chemical Romance Jakarta: Tiket Dijual 9 Juli 2025, Jangan Sampai Kehabisan!
Tak hanya bicara, Pramono juga berencana turun langsung mengecek kesiapan fasilitas RDF bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dia ingin memastikan proyek ini tidak sekadar beroperasi tetapi benar-benar berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
"Intinya, saya mau memastikan RDF ini berjalan baik. Jangan sampai pengolahan sampah kita kacau lagi. Jadi, harus dicek betul-betul," tegas Pramono.
Baca Juga: Jakarta Kembali Dikepung Banjir, Air Capai Hampir 3 Meter di Cawang, 53 RT Terendam
Sebelumnya, sinyal keras juga datang dari pemerintah pusat.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta RDF Rorotan segera beroperasi paling lambat bulan Juni 2025.
Dia menyayangkan lambannya progres DLH Jakarta yang menyebut RDF baru akan aktif pada September.
"Harapan saya segera ya dioperasionalkan RDF Rorotan. Tidak boleh menunggu September. Saya sudah, aduh, ini kok kenapa berhenti lagi? Kemarin udah jalan. Jadi saya sangat ingin dalam waktu segera, mudah-mudahan bulan Juni," ucap Hanif, saat meninjau RDF Rorotan pada 19 Mei 2025 lalu.
Dengan dua tekanan sekaligus dari gubernur dan menteri, nasib RDF Rorotan kini kembali jadi sorotan.
Akankah proyek ini betul-betul bangkit? Atau justru kembali jadi catatan kelam pengelolaan sampah di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







