Akurat Logo

Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia, DPD Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Ayu Rachmaningtyas | 6 November 2026, 21:28 WIB
Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia, DPD Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Ketua DPD, Sultan B. Najamudin, menyebut pertemuan dengan delegasi Republik Tatarstan membuka lebih besar peluang kolaborasi kedua pihak. - Foto: Humas DPD

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendorong daerah-daerah untuk memanfaatkan peluang kerja sama dengan Republik Tatarstan, Federasi Rusia. Khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, industri, dan pendidikan.

Kerja sama diharapkan dapat membuka akses pasar internasional, memperluas peluang investasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPD, Sultan B. Najamudin, saat menerima kunjungan Rais Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, beserta delegasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Sultan menekankan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia melalui pengembangan potensi kerja sama dengan Tatarstan. Salah satu wilayah strategis di Rusia yang memiliki kekuatan ekonomi dan industri.

Menurutnya, pertemuan tersebut membuka ruang pembahasan yang lebih konkret mengenai peluang kolaborasi kedua pihak.

Baca Juga: HUT ke-22 DPD RI, Sultan Soroti Pentingnya Keadilan untuk Daerah

Hubungan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama ini perlu terus dikembangkan, tidak hanya melalui hubungan antarpemerintah dan antarparlemen, tetapi juga dengan melibatkan dunia usaha dan masyarakat.

"Kami baru saja menerima kepala negara bagian Federasi Rusia, Tatarstan, salah satu yang paling kaya di Rusia. Sudah beberapa kali kami berencana bertemu, dan baru kali ini bisa menerima langsung. Banyak diskusi terkait perkembangan hubungan Indonesia dan Rusia," jelas Sultan.

Sebagai tindak lanjut, DPD RI bersama unsur dunia usaha dan kementerian terkait, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), mendapat undangan untuk menghadiri Kazan Expo 2027 yang dijadwalkan berlangsung Mei 2027.

Forum ekonomi berskala besar tersebut diperkirakan akan mempertemukan sekitar 23.000 peserta dan menjadi kesempatan strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang pasar, kemitraan industri, serta investasi di Tatarstan.

"Tentu saya berkewajiban menghubungkan posisi daerah Indonesia, sebagai Ketua DPD RI, dengan peluang yang ada di negara mereka," kata Sultan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.