Akurat Logo

Penggerak Milenial Indonesia Dorong Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi dan Distribusi BBM Tepat Sasaran

Moehamad Dheny Permana | 29 Oktober 2026, 15:39 WIB
Penggerak Milenial Indonesia Dorong Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi dan Distribusi BBM Tepat Sasaran
Penggerak Milenial Indonesia berharap BIUS (Bicara Serius) berkembang menjadi forum diskusi publik yang mempertemukan perspektif pemuda, mahasiswa, dan pemerhati kebijakan. - Foto: Penggerak Milenial Indonesia

AKURAT.CO Penggerak Milenial Indonesia menyelenggarakan diskusi publik BIUS (Bicara Serius) di Coffee Skoee, Tangerang Selatan, pada Rabu (28/10/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog bagi pemuda dan mahasiswa untuk memperkuat pemahaman mengenai ketahanan energi nasional, keandalan distribusi BBM, serta pentingnya pengawasan penyaluran energi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Mengangkat tema "Strategi Menjaga Ketahanan Energi Nasional: Tanggung Jawab Bersama dalam Mengawal Penyaluran BBM Tepat Sasaran" diskusi ini menghadirkan Koordinator Muda Peduli Energi, Hendry, serta Pemerhati Kebijakan Energi, Saeful.

Keduanya membahas tantangan pengelolaan energi nasional, dinamika distribusi BBM di sejumlah daerah. Serta pentingnya sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran pasokan energi.

Para narasumber menekankan bahwa ketahanan energi memerlukan pendekatan menyeluruh. Ketersediaan pasokan perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, efektivitas distribusi, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat. Berbagai tantangan distribusi di daerah juga perlu dipetakan berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat.

Hendry menyampaikan bahwa ketahanan energi nasional perlu diukur tidak hanya dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemampuan sistem distribusi menjangkau masyarakat secara merata.

"Ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari seberapa besar stok BBM yang dimiliki negara. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan distribusi BBM dapat menjangkau masyarakat, termasuk di daerah yang memiliki tantangan geografis. Karena itu, setiap kendala distribusi perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk terus meningkatkan keandalan layanan energi," jelasnya.

Menurut Hendry, dinamika ketersediaan BBM di sejumlah daerah perlu ditangani melalui identifikasi penyebab yang akurat, mulai dari kondisi logistik, perubahan permintaan, kesiapan infrastruktur, hingga efektivitas pengawasan penyaluran. Pendekatan berbasis data diperlukan, agar langkah penanganan tidak hanya bersifat responsif ketika kendala muncul, tetapi juga mampu mencegah gangguan serupa pada masa mendatang.

Ia mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi. Transparansi informasi mengenai ketersediaan BBM dan kesiapan menghadapi gangguan distribusi juga diperlukan untuk membangun kepercayaan publik.

"Ketahanan energi merupakan kepentingan bersama. Kita membutuhkan sistem distribusi yang tangguh, informasi mengenai ketersediaan BBM yang mudah diakses, serta langkah antisipasi yang terukur ketika terjadi gangguan pasokan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan dapat ditangani secara lebih efektif sehingga masyarakat tetap memperoleh akses energi yang dibutuhkan," jelas Hendry.

Baca Juga: DPR: Proyek LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Baru Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.