Akurat Logo

Hadapi El Nino dan La Nina, DEN Ingatkan Prabowo soal Stok Beras dan Harga Pangan

Moehamad Dheny Permana | 21 Oktober 2026, 09:48 WIB
Hadapi El Nino dan La Nina, DEN Ingatkan Prabowo soal Stok Beras dan Harga Pangan
Wakil Ketua DEN, Marie Elka Pangestu.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari antisipasi fenomena El Nino dan La Nina, penguatan ketahanan pangan, hingga penanganan kebakaran hutan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua DEN, Marie Elka Pangestu, mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan iklim ekstrem.

Pasalnya, fenomena El Nino diperkirakan berlangsung hingga kuartal pertama 2027 dan berpotensi disusul La Nina pada pertengahan tahun depan.

Menurut Marie, langkah antisipasi perlu dilakukan secara terukur dengan memanfaatkan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, maupun bencana lainnya.

"Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana," ujar Marie seusai pertemuan.

Selain menghadapi cuaca ekstrem, DEN menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.

Pemerintah didorong memastikan kecukupan stok cadangan pangan, khususnya beras, serta memperkuat distribusi untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

"Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras," kata Marie.

DEN juga merekomendasikan intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga pangan. Langkah tersebut dinilai penting karena fenomena El Nino kerap diikuti kenaikan harga komoditas pangan akibat terganggunya produksi pertanian.

"Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bilamana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi," tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, DEN turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Marie mengatakan, pembahasan bersama Presiden Prabowo juga mencakup penanganan kebakaran hutan yang telah terjadi, termasuk upaya pengairan lahan gambut.

"Tapi kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Sumsel, Jambi, dan Riau," ungkap Marie.

Ia menyebut enam wilayah menjadi perhatian karena terdampak cukup berat oleh asap kebakaran hutan, yakni tiga provinsi di Kalimantan serta Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. DEN menilai masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan perlindungan kesehatan secara khusus.

"Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan. Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka. Termasuk pembagian masker dan seterusnya," jelasnya.

Baca Juga: Target Ekonomi 6 Persen pada 2027, Pemerintah Andalkan Belanja Produktif

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.