Akurat Logo

PIK2 Terapkan Metode Miyawaki, Teknik Penghijauan Asal Jepang untuk Bangun Ekosistem Hijau

Saeful Anwar | 21 Oktober 2026, 10:19 WIB
PIK2 Terapkan Metode Miyawaki, Teknik Penghijauan Asal Jepang untuk Bangun Ekosistem Hijau
Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) mengadaptasi metode Miyawaki, teknik penghijauan asal Jepang.

AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) mengadaptasi metode Miyawaki, teknik penghijauan asal Jepang yang mengandalkan penanaman berbagai jenis vegetasi secara rapat untuk mendorong pertumbuhan ruang hijau yang lebih beragam.

Metode yang dikembangkan ahli botani Jepang Akira Miyawaki ini menjadi salah satu strategi Agung Sedayu Group (ASG) dalam menghadirkan lingkungan kawasan yang lebih sehat, teduh, dan berkelanjutan.

Berbeda dengan penghijauan konvensional yang umumnya menitikberatkan pada penataan tanaman, metode Miyawaki mengutamakan interaksi berbagai spesies tumbuhan untuk membentuk komunitas vegetasi yang saling mendukung.

Landscape Designer ASG Fathma Diansari Lubis menjelaskan, setiap jenis tanaman mempunyai karakteristik berbeda dalam menyerap mineral dan unsur hara dari tanah.

“Metode Miyawaki merupakan teknik penanaman dengan kepadatan tinggi menggunakan berbagai spesies tanaman yang saling mendukung pertumbuhannya,” ujar Fathma.

Menurut dia, keberagaman tersebut memungkinkan tanaman memberikan kontribusi berbeda terhadap kondisi tanah sehingga mendukung pembentukan ekosistem yang lebih seimbang.

Penerapan teknik ini juga mempertimbangkan karakteristik lingkungan PIK2, termasuk kondisi tanah yang dipengaruhi salinitas atau kadar garam.

Dengan memadukan berbagai jenis vegetasi, pengembang berupaya meningkatkan kemampuan ruang hijau dalam beradaptasi terhadap kondisi lingkungan pesisir.

“Melalui keragaman jenis vegetasi, masing-masing tanaman memiliki karakter dan kemampuan adaptasi yang berbeda,” jelasnya.

Menariknya, ASG tidak hanya mengadaptasi metode Miyawaki melalui penanaman secara horizontal.

Pengembang juga memanfaatkan kontur dan elevasi kawasan untuk menyusun vegetasi secara vertikal.

Pendekatan tersebut memungkinkan tanaman membentuk struktur ruang hijau yang lebih dinamis sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Fathma menegaskan, penghijauan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan tampilan yang menarik. Vegetasi juga perlu memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Baca Juga: Karhutla Makin Parah, Saatnya Kita Mengamalkan “Tobat Ekologis” Sebelum Memohon Hujan Melalui Salat Istisqa

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.