Akurat Logo

Survei Arawicaksa Institute: Masyarakat Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo Meski Masih Ada PR

Ayu Rachmaningtyas | 13 Oktober 2026, 14:47 WIB
Survei Arawicaksa Institute: Masyarakat Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo Meski Masih Ada PR
Hasil survei Arawicaksa Institute terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. - Foto: Arawicaksa Institute

AKURAT.CO Menjelang dua tahun usia pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, separuh masyarakat merasa puas terhadap kinerja pemerintahan.

Temuan survei Arawicaksa Institute menunjukkan tingkat kepuasan publik sebesar 50,1 persen, di antaranya 3,3 persen menyatakan sangat puas.

Sedangkan yang merasa tidak puas mencapai 44,8 persen, termasuk 6,1 persen yang menyatakan sangat tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Sisanya sebanyak 5,1 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

"Hanya separuh warga yang merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah banyaknya pekerjaan rumah yang harus diatasi," kata peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, melalui keterangan di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Ia mengatakan, rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo bukan sesuatu yang anomali.

"Pada awal-awal pemerintahan Jokowi periode pertama, tingkat kepuasan pun pernah menyentuh angka di bawah 50 persen, setelah mengambil kebijakan tidak populer dengan menaikkan harga BBM bersubsidi," jelas Rudi.

Dengan membaiknya perekonomian dan gencarnya pembangunan infrastruktur, tingkat kepuasan publik terhadap Joko Widodo naik dan bertahan di kisaran 60-70 persen. Sebaliknya, pada masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angkanya justru sangat fluktuatif, menjulang tinggi di awal pemerintahan lalu melandai di penghujung periode kedua.

"Jika dibedah lagi, selisih total antara yang merasa puas dengan yang tidak puas hanya lima persen, sedangkan antara yang cukup puas (46,8 persen) dan kurang puas (38,7 persen) hanya delapan persen. Menunjukkan tantangan serius yang harus diatasi oleh Prabowo," jelas Rudi.

Persoalan Mendesak yang Dihadapi Masyarakat

Masalah utama yang dirasakan mendesak bagi masyarakat adalah stabilitas harga sejumlah bahan pangan pokok (38,0 persen), disusul dengan penyediaan lapangan kerja (21,2 persen).

"Naiknya harga bahan pokok termasuk beras sepanjang tahun, serta lonjakan sejumlah komoditas pangan lainnya, belum terlihat tanda-tanda perbaikan penanganannya," lanjut Rudi.

Baca Juga: Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra Teratas, PDIP dan Golkar Menyusul, PSI Berapa?

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.