Akurat Logo

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, IBC Soroti Isu Lapangan Kerja Berkualitas

Esha Tri Wahyuni | 13 Oktober 2026, 15:40 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, IBC Soroti Isu Lapangan Kerja Berkualitas
IBC menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 6% yang diikuti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan produktivitas masyarakat.

AKURAT.CO Target pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 6% perlu diikuti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan produktivitas masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dinilai tidak cukup diukur dari kenaikan produk domestik bruto (PDB), tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2027 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC). Forum tersebut akan mendorong pembahasan mengenai peran dunia usaha dalam memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi.

Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid mengatakan, pertumbuhan dan investasi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan kualitas pekerjaan dan pengembangan usaha.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Ditarget Tembus 6 Persen, Konsumsi Harus Tumbuh 5,4 Persen di 2026

“Pertumbuhan dan investasi harus memperkuat dunia usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Melalui IES 2027, kami ingin mendorong langkah bersama agar manfaat pertumbuhan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Arsjad dalam peluncuran IES 2027 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurut Arsjad, peningkatan kesejahteraan perlu dilihat dari dampak sosial yang dihasilkan aktivitas ekonomi. Indikator tersebut mencakup perluasan kesempatan kerja, perkembangan usaha, dan peningkatan produktivitas, bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi secara agregat.

Dorongan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 6%. Di sisi lain, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2% dalam proyeksi September, dari sebelumnya 4,7% pada Juni.

OECD menilai perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Namun, peningkatan proyeksi pertumbuhan tersebut tetap perlu diikuti upaya memperluas manfaat aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, kualitas pertumbuhan menjadi perhatian penting. Kenaikan output ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan, produktivitas tenaga kerja, serta terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Arsjad menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi. Ketika perusahaan berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan melalui penambahan tenaga kerja secara langsung, tetapi juga oleh pelaku usaha yang terhubung dalam rantai pasok.

Manfaat tersebut dapat menjangkau pemasok bahan baku, distributor, kontraktor, penyedia jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pertumbuhan perusahaan berpotensi menciptakan efek ekonomi yang lebih luas apabila hubungan bisnis tersebut turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha lain.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.