Reshuffle Menkeu Sinyal Prabowo Ingin Percepat Perbaikan Ekonomi

AKURAT.CO Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti menteri keuangan merupakan langkah relevan dengan kebutuhan pemerintah saat ini, khususnya untuk mempercepat perbaikan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan menteri keuangan yang mampu menerjemahkan visi presiden menjadi kebijakan fiskal yang lebih agresif, efektif, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta daya beli masyarakat.
"Reshuffle ini harus dibaca sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo mempercepat perbaikan ekonomi. Presiden membutuhkan menteri keuangan yang fokus bekerja, kuat secara teknokratis, dan tidak terjebak pada popularitas politik," jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Iwan menilai, selama ini kinerja Purbaya Yudhi Sadewa belum menunjukkan greget cukup kuat dalam mendukung agenda besar presiden. Padahal, Presiden Prabowo membutuhkan figur yang bisa bergerak lebih cepat dan memberikan energi baru dalam kebijakan fiskal nasional.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 bukan target yang ringan. Karena itu, menteri keuangan harus mampu menjadi salah satu motor utama untuk menciptakan ruang fiskal, mendorong investasi, memperkuat konsumsi, mengoptimalkan belanja pemerintah, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Suahasil Jadi Menkeu, Komisi XI DPR: Dia Sangat Prudent dan Paham Fiskal
"Jangan sampai menteri keuangan sibuk membangun popularitas atau citra politik. Yang dibutuhkan presiden adalah menteri yang bekerja, bekerja, dan bekerja. Ukurannya bukan seberapa populer, tetapi seberapa besar kebijakannya mampu menggerakkan ekonomi," jelasnya.
Iwan berharap menteri keuangan yang baru dapat segera melakukan konsolidasi dan menghadirkan terobosan kebijakan yang lebih responsif terhadap persoalan ekonomi masyarakat.
"Reshuffle ini jangan berhenti pada pergantian orang. Harus ada perubahan ritme dan hasil kerja. Presiden Prabowo ingin ekonomi bergerak lebih cepat, maka menteri keuangan harus menjadi bagian penting dari mesin percepatan tersebut," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







