Kemensos dan Komnas HAM Kerja Sama Tangani Ribuan Pengungsi Korban Konflik di Puncak Papua Tengah

AKURAT.CO Kementerian Sosial bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) sepakat bekerja sama menangani para pengungsi korban konflik di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian di Kantor Kemensos, Jakarta.
"Sekarang ini kita bersama-sama menyepakati bahwa fokus kita yang harus secepatnya kita respons adalah para pengungsi yang ada di Kabupaten Puncak," ujar Agus Jabo, dikutip Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Kemenko Polkam Dalami Insiden Baku Tembak di Puncak Papua Tengah, Data Korban Masih Diverifikasi
Dia menegaskan, keselamatan dan kenyamanan pengungsi yang terdampak konflik menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, agar penanganan bisa optimal dan menyeluruh.
Terkait pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, Kemensos telah menyalurkan bantuan kedaruratan kepada kurang lebih seribu jiwa pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik.
Bantuan yang disalurkan berupa logistik sembako dan sandang seperti beras, minyak goreng, biskuit, mie instan, gula pasir, kopi bubuk, selimut, pakaian dewasa, dan pakaian anak.
"Jadi, untuk kemudian di Kabupaten Puncak, sebetulnya kita juga sudah melakukan respons dengan memberikan bantuan-bantuan kedaruratan, di sejumlah titik pengungsi yang sampai sekarang ini kita identifikasi para pengungsi ini pengungsi mandiri Pak, tidak ada di shelter," jelasnya.
Di samping pemberian bantuan logistik untuk korban yang mengungsi pada situasi kedaruratan, Kemensos juga bisa memberikan bantuan santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka berat, yang disalurkan berdasarkan data yang diusulkan oleh pemerintah daerah kepada Kemensos.
Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, mengungkapkan berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Komnas HAM, terdapat lebih dari 5 ribu jiwa pengungsi yang terdampak eskalasi kekerasan di Kabupaten Puncak.
Baca Juga: Tinjau Pelabuhan Nabire, Gibran Dorong Penguatan Infrastruktur Logistik Papua Tengah
"Versi pemerintah provinsi ada 2.239 (jiwa), versi moderat menurut kami memang bisa lebih dari 5 ribuan (jiwa), nah ini dinamis terus tentunya dan berpencar ke berbagai tempat, keluar dari Kabupaten Puncak," katanya.
Ribuan pengungsi tersebut membutuhkan bantuan seperti pakaian layak pakai, makanan pokok (sagu, telur, minyak goreng, beras, dll), kebutuhan kesehatan (obat dan pemeriksaan medis), kebutuhan kebersihan, serta hunian sementara.
"Setidaknya para pengungsi ini, ribuan pengungsi ini membutuhkan makanan instan siap saji, dalam kondisi darurat saya kira makanan instan ini penting," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








