Tanah Bergerak di Semarang, Gibran: Keselamatan Masyarakat Nomor Satu

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi terdampak tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang. Dia menekankan agar perlindungan masyarakat selalu menjadi fokus utama dalam setiap penanganan situasi darurat.
Dalam kunjungan kerjanya, dia meninjau langsung kondisi wilayah terdampak dan berdialog dengan warga yang kini mengungsi. Dia menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.
Kendati tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, dia mengingatkan agar warga terus meningkatkan kewaspadaan, terutama karena banyak anak-anak dan bayi di area terdampak.
Baca Juga: Lebih dari 2.400 Warga Desa Padasari Mengungsi Akibat Tanah Bergerak
"Yang paling penting keselamatan nomor satu. Kemarin tidak ada korban, tidak ada yang luka-luka, itu yang paling utama. Saya lihat tadi banyak anak-anak, ada bayi juga. Hati-hati," kata Gibran, Minggu (15/2/2026).
Selain memeriksa kondisi fisik lokasi, dia juga memastikan kesiapan posko pengungsian, mulai dari ketersediaan makanan hingga layanan kesehatan. Dia pun meminta aparat setempat, untuk menjamin seluruh warga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar secara layak dan memadai.
"Bu Lurah, Pak Camat, pastikan di pengungsian makan tiga kali sehari. Harus ada posko kesehatan juga. Jangan sampai ada yang sakit," pesannya.
Wapres juga mengingatkan bahwa musim hujan belum berakhir, sehingga potensi pergerakan tanah harus terus diwaspadai. Untuk itu, dia meminta warga tetap berada di lokasi aman dan mematuhi arahan pemerintah daerah serta petugas di lapangan untuk meminimalkan risiko.
Terkait langkah lanjutan termasuk opsi relokasi, Wapres menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera merumuskan solusi terbaik bagi warga terdampak.
"Untuk relokasi dan langkah selanjutnya, nanti segera dicarikan solusi oleh Pak Gubernur dan Bu Wali Kota. Bapak-Ibu, mohon jangan bolak-balik ke rumah lama. Kita tidak tahu sejauh mana tanah ini akan bergerak," ujarnya.
Baca Juga: Gibran Tinjau Persiapan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Tekankan Pentingnya Harmoni Kebangsaan
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Supriyadi, menceritakan rumahnya mulai mengalami pergeseran sekitar dua pekan lalu setelah hujan deras turun tanpa henti hingga akhirnya roboh. Kini dia bersama keluarga mengungsi di musala terdekat.
Meski menghadapi cobaan berat, dia tetap bersyukur karena aktivitas sehari-harinya masih berjalan dan dirinya juga tetap bekerja sebagai teknisi servis AC secara freelance. "Sekolah alhamdulillah lancar, masih bisa diantar seperti biasa," katanya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








